Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts
Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts

Tuesday, June 28, 2011

Tusuk Gigi Penyebar Virus HIV Resahkan Masyarakat!

Beberapa hari terakhir ini, di Palembang sempat beredar pesan singkat di Ponsel (telepon seluler) milik warga berisikan ancaman penyebaran HIV melalui tusuk gigi. Bahkan, jaringan ini terus menyebarkan misi bahaya ini sesama komunitas penderita di grup khusus melalui Blackberry Massenger (BBM). Jika benar ada, ini menjadi ancaman serius dan masyarakat.

Di lingkungan dokter di RSMH Palembang, membenarkan adanya berita tersebut, maka mereka juga sedang melakukan penelitian dan mencoba masuk ke dalam grup BBM melalui jaringan Jakarta dan dokter yang bertugas di RSCM Jakarta

SMS itu antara lain berbunyi, “Mereka berniat menyebarkan penyakit ini dengan media tusuk gigi yang banyak terdapat di restoran dan rumah makan. Memakai tusuk gigi tersebut hanya untuk melukai gusinya supaya berdarah lalu diusap hingga tidak kelihatan darahnya, kemudian tusuk gigi yang sudah tercemar tersebut dikembalikan ke tempatnya,”

Informasi lain juga menyebutkan, indikasi ini bermula ada seorang PSK yang tidak terima dirinya dikucilkan dari masyarakat karena mengidap penyakit HIV. Kemudian, ia ingin juga orang lain merasakan betapa sakitnya dikucilkan masyarakat. Lantas, membeli tusuk gigi dari toko, yang kemudian direndam dengan darahnya sampai meresap, kemudian dicuci lalu dijemur sampai kering.

Setelah itu, ketika ia makan di restoran, lalu tusuk gigi yang ada di meja restoran itu, ia tukar dengan harapan orang lain bisa tertular HIV melalui tusuk gigi. Juga ada informasi lain penyebaran ini gara-gara ada seorang penderita.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Palembang H Zailani UD, SIP sebelumnya mengakui adanya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Palembang. Bahkan di akhir Juni 2011 ini saja, ditemukan 27 orang terinfeksi. Sedangkan di 2010 lalu ada 50 orang, dengan total penderita di Palembang sebanyak 540 orang. “Jumlahnya diperkirakan lebih banyak, karena mereka tidak terpantau,” katanya.

Soal edukasi yang dilakukan KPA terhadap penderita, Zailani mengatakan, berdasarkan aturan internasional identitas penderita tidak boleh dipublikasikan. Namun mereka diimbau untuk tidak menyebarkan virus itu kepada orang lain, khususnya bagi penderita yang berprofesi sebagai PSK dan pengguna Narkoba melalui jarum suntik.

Dikatakan, sejauh ini penularan HIV/AIDS hanya bisa terjadi karena hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang telah terinfeksi HIV. Penggunaan jarum suntik, tindik, tato yang dapat menimbulkan luka yang tidak disterilkan secara bersama-sama dan sebelumnya telah dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV. Melalui transfusi darah yang tercemar HIV. Dan ibu hamil yang tercemar HIV pada anak yang dikandungnya. Sementara beberapa pendekatan yang dilakukan terhadap komunitas Orang Hidup Dengan AIDS (ODHA) yang ada di Palembang, umumnya penderita tidak banyak bicara dan memilih tutup mulut.

Sumber: menujuhijau.blogspot.com

Monday, June 27, 2011

Statik Kematian Akibat Aborsi

Aborsi pun akhirnya menjadi buah simalakama di Indonesia.Di sisi lain aborsi dengan alasan non medik dilarang dengan keras di Indonesia tapi di sisi lainnya aborsi ilegal meningkatkan resiko kematian akibat kurangnya fasilitas dan prasarana medis , bahkan aborsi ilegal sebagian besarnya dilakukan dengan cara tradisonal yang semakin meningkatkan resiko tersebut.

Angka kematian akibat aborsi mencapai sekitar 11 % dari angka kematian ibu hami dan melahirkan , yang di Indonesia mencapai 390 per 100.000 kelahiran hidup , sebuah angka yang cukup tinggi bahkan untuk ukuran Asia maupun dunia.

Tapi ada satu hal yang perlu di garis bawahi mengenai hal ini.Angka kematian akibat aborsi itu adalah angka resmi dari pemerintah, sementara aborsi yang dilakukan remaja karena sebagian besarnya adalah aborsi ilegal. Praktek aborsi yang dilakukan remaja sebagaimana dilaporkan oleh sebuah media terbitan tanah air diperkirakan mencapai
5 juta kasus per tahun, sebuah jumlah yang sangat fantastis bahkan untuk ukuran dunia sekalipun.Dan karena ilegal aborsi yang dilakukan remaja ini sangat beresiko berakhir dengan kematian.

Statistik aborsi di Indonesia
Frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat,
karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan – kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di Rumah Sakit.
Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi kematian perang manapun
Data statistik mengenai kasus aborsi di luar negeri – khususnya di Amerika – dikumpulkan oleh dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI).
Hasil pendataan mereka menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika – yaitu hampir 2 juta jiwa – lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang manapun dalam sejarah negara itu.

Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika dari tiap-tiap perang adalah:
1. Perang Vietnam – 58.151 jiwa
2. Perang Korea – 54.246 jiwa
3. Perang Dunia II – 407.316 jiwa
4. Perang Dunia I – 116.708 jiwa
5. Civil War (Perang Sipil) – 498.332 jiwa

Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi semua kecelakaan
Menurut James K. Glassman dari The Washington Post pada tahun 1996, jumlah kematian akibat aborsi 10 kali lebih banyak daripada semua kecelakaan yang masih ditambah kasus bunuh diri maupun pembunuhan.

Data kecelakaan di Amerika menunjukkan:
1. Kecelakaan karena jatuh – 12.000
2. Kecelakaan karena tenggelam – 4.000
3. Kecelakaan karena keracunan – 6.000
4. Kecelakaan mobil – 40.000
5. Bunuh diri – 30.000
6. Pembunuhan – 25.000

Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan, bunuh diri ataupun pembunuhan – di seluruh dunia.

Jumlah kematian karena aborsi melebihi segala penyakit
Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000 meninggal karena penyakit jantung.
Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu.

Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung.

Inilah salah satu Berita yang bersumber dari Koran Kaltim tentang kematian akibat aborsi. Berita ini dipostkan pada tanggal 23 Juni 2011. Sang korban adalah Ela Nurwanti (21) seorang Mahasiswi Universitas Mulawarman (Unmul) Fakultas FKIP Jurusan Fisika semester 7. Inilah berita Selengkapnya.

Sebelum Tewas, Ela Mengeluh di Facebook

Sudah 23 Tahun Ngatiyem Jadi Dukun Beranak
Sebelum tewas Sabtu malam lalu (18/6) karena pendarahan hebat seusai aborsi, Ela Nurwanti (21) seorang Mahasiswi Universitas Mulawarman (Unmul) Fakultas FKIP Jurusan Fisika semester 7, sempat mengeluhkan rasa sakitnya lewat jejaring sosial Facebook (FB) miliknya pada Jumat malam (17/6) pukul 20.00. Diyakini ia menulis status di FB sesaat setelah ia pulang dari rumah Ngatiyem, seorang dukun beranak yang menjalankan praktek aborsi di Jl Provinsi RT 19 Kelurahan Makroman Samarinda.
Dari penelusuran Koran Kaltim, akun FB milik Ela bernama Cie LaLa' Poethree Sunda. Terakhir kali ia memperbarui status FB pada Jumat malam dengan menulis “Q sakit...” atau “aku sakit”.
Dari hasil pemeriksaan Polres Kukar terhadap pacar Ela, Deni Nurzaman (25) yang sudah berstatus sebagai tersangka bersama Ngatiyem, ia membenarkan bahwa Jumat sore pukul 16.00 pacarnya tersebut datang ke rumah Ngatiyem untuk aborsi. Saat itu Deni berada di Melak Kubar untuk bekerja.
Satu jam kemudian Deni mendapat SMS dari Ela yang mengabarkan kalau ia sudah selesai dan hendak pulang ke rumah paman Deni, Sukardi (52) di Desa Sidomulyo RT 14, Kecamatan Anggana Kukar.
Pukul 18.18, Deni yang di FB memiliki akun bernama Deny Lodaya Siliwangi, memperbarui status FB-nya dengan menulis “Ya Allah berikan keselamatan buat orang yang sangat aku sayang”.
Sesampai di rumah Sukardi, Ela dan Deni masih kontak melalui ponsel. Ela bercerita selama di rumah Ngatiyem yang akrab disapa Mamak Uut oleh tetangga dan pasiennya itu, memijat-mijat perutnya dan memasukkan semacam lidi ke dalam kemaluan. Proses hanya berlangsung sekitar sejam. Saat selesai, Ela membayar Rp3 juta kepada Mamak Uut.
Esok paginya, Sabtu (18/6) pukul 10.00, Ela mengirim SMS kepada Deni mengeluh kemaluannya terus mengeluarkan darah. Deni menyarankan Ela segera ke rumah sakit. Tapi saran ini tidak ditanggapi oleh Ela. Sabtu malam pukul 21.00, Deni menelepon Ela yang mengeluh dari seberang bahwa ia sedang sakit dan ingin tidur.
Deni kembali menghubungi pacar yang ia kenal lewat chatting di internet tersebut hari Minggu (19/6) pukul 08.00, tapi tak ada jawaban. Karena resah, Deni menghubungi ponsel Nurina (24), salah satu kerabatnya yang tinggal tak jauh dari rumah Sukardi.
Nurina dan Sukardi lalu mencoba memanggil Ela dari luar pintu kamar tidur, namun tak kunjung dibuka. Mereka kemudian berinisiatif mendobrak pintu.
Betapa kagetnya ketika mereka melihat Ela tidak sadarkan diri tanpa busana dan hanya menggunakan celana dalam dan selimut. Keduanya mengaku menemukan Ela sudah dalam keadaan tak bernyawa. Mereka langsung memanggil warga setempat dan polisi untuk meminta bantuan.
“Saya takut, saya langsung menghubungi Nurina dan meminta tolong menjenguk pacar saya di dalam kamar, takutnya pingsan. Setelah beberapa lama, saya telepon lagi dan Nurina mengatakan pacar saya sudah meninggal dunia,” ucapnya kepada Koran Kaltim kemarin.
Deni mengaku dikabari bahwa Ela hamil pada 31 Mei lalu, saat itu usia kandungan Ela sudah 3 bulan. Ela memaksa Deni mencarikannya orang yang bisa menggugurkan kandungannya. Deni kemudian menghubung seorang temannya, Endang, yang konon tahu tempat aborsi di Samarinda. Endang ini lah yang mengantarkan Deni dan Ela ke rumah Mamak Uut pada 2 Juni pagi.
Menghadap bertiga kepada Mamak Uut, Deni mengutarakan niatnya untuk mengugurkan hasil hubungan gelapnya yang ada di dalam kandungan Ela. “Waktu itu Mamak Uut bilang kalau mau menggugurkan kandungan, jangan datang ramai-ramai. Cukup saya dan Ela saja. Saya pun tidak boleh masuk kalau aborsi sedang dilakukan,” aku Deni.
Setelahnya mereka bertiga pamit. Tapi malam harinya Deni dan Ela datang lagi, namun kali ini hanya Ela yang masuk menemui Mamak Uut. Sejak berada di dalam, urusan selesai. Dalam perjalanan pulang Ela, warga Desa Krayan Makmur Long Ikis Kabupaten Paser tersebut mengaku hanya dipijat oleh Mamak Uut dan diminta bayaran Rp50 ribu.
“Tapi pacar saya bilang, kalau mau aborsi harus bayar Rp3 juta,” terang Deni yang bekerja di sebuah perusahaan perkebunan di Melak tersebut.
Dalam keadaan sulit ini, pada hari Minggu 5 Juni, Deni meninggalkan Ela untuk bekerja di Melak. Ia hanya berpesan kepada Ela agar meminjam uang Rp1,5 juta dari pamannya, Sukardi. Sementara Rp1,5 juta sisanya memakai uang pribadi Ela.
Sepanjang tanggal 5 hingga hari aborsi dilakukan, Jumat 17 Juni, Ela rajin memperbarui status FB-nya. Pada 7 Juni ia menulis “Makin dirasakan, semakin sakit. Mencoba tidak dirasakan, tapi benar-benar sakit. Beri aku kekuatan ya Allah dalam menghadapi ujian ini, Amin.”
Pada 14 Juni ia menulis: “Maafkan aku mamah.”
Pada 16 Juni malam, ia kembali menulis: “Menjalani hari-hari terburukku tanpa dirimu. Ya Allah aku yakin aku mampu. Masih banyak sahabat-sahabat yang selalu peduli dan menyayangiku. Terima kasih untuk sahabat-sahabatku yang selalu ada untukku. Aku sayang kalian semua.”
MENGAKU BARU SEKALI
Informasi yang dibeberkan tetangga Mamak Uut bahwa dukun beranak itu sudah mengaborsi ratusan janin dan ditanam di pekarangan belakang rumahnya, dibantah oleh Mamak Uut. Kepada polisi, wanita kelahiran Solo 1 Januari 1956 ini mengaku baru sekali ini saja menggugurkan kandungan pasien.
“Tapi kalau membantu orang melahirkan sudah sering,” ujarnya kemarin.
Ia mengaku awalnya tidak mau membantu menggugurkan kandungan Ela. Tapi saat itu Ela ngotot ingin kandungannya digugurkan. Selain karena ia masih kuliah, gadis berjilbab tersebut juga belum menikah, ditambah Deni belum punya pekerjaan mapan.
Kedatangan mereka kedua kalinya, Ela makin ngotot. Saat Mamak Uut memeriksa kandungannya, ternyata sudah berumur dua bulan.
“Dia ngaku sudah minum obat macam-macam dan takut anaknya cacat. Waktu itu saya belum gugurkan kandungannya, hanya periksa saja,” aku ibu lima anak tersebut.
Pada Jumat sore 17 Juni, Ela datang sendiri kepada Mamak Uut. Saat itulah aborsi dilakukan. Awalnya Uut mengoleskan minyak makan ke jari-jarinya dan memasukkan jari-jari tersebut ke dalam kemaluan Ela. Tapi karena Uut tak bisa menyentuh janin, maka Uut mengambil tangkai daun singkong yang kemudian dimasukkan ke dalam kemaluan Ela. Darah segar langsung mengucur dari dalam kandungan gadis itu. “Oroknya tidak mau keluar. Akhirnya dia minta pulang dan beri uang Rp3 juta,” jelas Uut.
Uang Rp3 juta itu ia pergunakan untuk berbelanja dan membayar kredit sepeda motor. Tangkai daun singkong yang dipakai sebelumnya, ia patahkan dan buang ke parit. Ia baru tahu pasiennya tewas saat ia ditangkap polisi pada Senin lalu.
Sementara itu, saat Koran Kaltim mengunjungi para warga yang tinggal di Jalan Provinsi, sebagian banyak tidak mengetahui apa yang dikerjakan Ngatiyem selama tinggal di Jalan Provinsi ini. Namun, sebagian warga beranggapan kalau memang benar Ngatiyem tersebut dikenal sebagai dukun aborsi, bahkan sudah ratusan janin yang dikubur dibelakang rumahnya. “Setahu saya, yang hanya dikubur di belakang rumah hanya janin yang umurnya hanya dibawah 6 bulan, tapi kalau sudah diatas 6 bulan disuruh bawa keluar saja,” kata seorang warga tersebut.
Sedangkan dari data yang diberikan Polsek Anggana kepada Koran Kaltim kemarin, Ngatiyem ternyata memiliki sertifikat dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia (RI) Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat saat mengikuti penataran dukun bayi di Puskesmas Inpres Temindung yang dilaksanakan pada 18 Maret – 29 April 1987 dan kalau dihitung-hitung sejak terbitnya sertifikat ini, Ngatiyem sudah menjadi dukun bayi selama 23 tahun hingga saat ini.
”Kalau mengenai dugaan bahwa di belakang rumah pelaku terdapat ratusan janin yang dikuburkan, kami masih melakukan koordinasi dengan Polres Samarinda karena kediaman pelaku masuk wilayah Samarinda,” kata Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah didampingi Kasat Reskrim AKP Safi’I Nafsikin melalui Kapolsek Anggana AKP Supartono Sudin. (bio)

Sumber: aborsi.org, Koran Kaltim

Warga Kelubir Keluhkan Dampak Batu Bara

Warga desa Kelubir kecamatan Tanjung Palas Utara mulai mengeluhkan dampak pencemaran udara akibat penambangan batu bara di daerah mereka, karena sudah berdampak terhadap banyak warga masyarakat setempat yang mulai terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (Ispa).

Warga masyarakat desa Kelubir menginginkan agar tim dari Dinas Kesehatan segera turun ke lapangan untuk meneliti kandungan mi-num milik masyarakat setempat yang diduga tercemar limbah atau debu batu bara, “ terang Hj. Ainun Faridah anggota DPRD Bulungan ke-pada Koran Kaltim belum lama ini.

Menurutnya, sesuai penuturan warga yang bermukim disekitar lokasi penambangan menyebutkan. Apabila musim hujan tiba air yang ditadah sebagai cadangan air minum berwarna kehitam-hitaman, bahkan apabila langsung digunakan untuk mandi maka spontanitas kulit badan akan terasa gatal.

Karena itu tambah Hj. Ainun Faridah, warga desa Kelubir menginginkan agar pemerintah segera mencari solusi terbaik untuk mengadakan sumber air yang benar-benar steril untuk dikonsumsi, mengingat hampir seluruh sumber air alam yang ada di desa mereka sudah ter-cemar oleh limbah yang diduga me-matikan apabila dikonsumsi secara terus menerus oleh manusia.

Khusus di bidang pertanian, warga juga menginginkan agar diberi bantuan pupuk bersubsidi, supaya areal persawahan dan perkebunan yang dikelola bisa berhasil dengan baik. “Mereka juga minta bantuan percetakan sawah sebagai tempat atau sentra pengembangan varitas padi unggul yang sebagaimana sudah dikembangkan para petani didesa lainnya, “ imbuh Hj. Ainun.

Proyek peningkatan jalan yang masih tersisa sekitar seratus meteran yang menggunakan konstruksi cairan kimia khusus,, mendesak untuk dituntaskan. Karena pada bagian badan jalan yang belum dilakukan penyiraman tersebut apabila musim hujan menjadi becek, lantaran disana-sini sudah terdapat lubang yang cukup lumayan dalam. (sah/advhumas DPRD)

Sumber: Koran Kaltim

Thursday, February 3, 2011

Songket Sipirok Dipromosikan ke Singapura

Sipirok, Sumut (ANTARA News) - Songket hasil kerajinan dari warga Desa Padang Bujur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tidak hanya dipasarkan di Medan, Surabaya, Jakarta, tetapi juga sudah memasuki Singapura.

Pengusaha dan perajin Songket Sipirok, Avenus Ritonga (48) di Desa Padang Bujur, Kamis mengatakan, promosi songket Sipirok itu ke luar negeri, berkaitan digelarnya pameran nasional di negara "Singa" itu pada 2008 lalu.

Bahkan, katanya, pada kegiatan pameran tersebut, Songket Sipirok juga mewakili hasil produksi dari Indonesia asal daerah Sumatera Utara.

Selain Songket Sipiriok, juga dipromosikan Songket dari daerah lainnya yakni Songket Palembang, Songket Minangkabau.

"Pameran Songket Sipirok yang diadakan di negara tetangga itu, juga membawa pengaruh yang cukup besar bagi hasil kerajinan rakyat dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Ini dibuktikan dengan banyak permintaan dari berbagai daerah terhadap Songket Sipirok itu," kata Ritonga.

Selanjutnya, ia menjelaskan, songket Sipirok itu, juga banyak yang dipesan pegawai negeri sipil (PNS), organisasi partai politik dan digunakan untuk jas pada acara pesta perkawinan dan lainnya.

"Jadi sekarang ini songket Sipirok itu, tidak hanya digunakan untuk selendang dan pakaian kebaya. Tetapi juga untuk jas pada kegiatan pesta perkawinan, jas seragam Parpol dan lain sebagainya," ucap pengusaha songket selama 13 tahun itu.

Disinggung mengenai modal pembuatan songket Sipirok itu, Ritonga mengatakan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 1998 itu, juga mendapat bantuan dari Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Utara.

Bantuan tersebut, berupa dua unit alat tenun bukan mesin (ATBM), disamping usahanya itu juga memiliki puluhan ATBM yang dibelinya dari hasil penjualan songket itu.

"Dinas Perindustrian Sumut juga banyak memberikan dorongan terhadap hasil usaha perajin songket ini, sehingga tidak heran meraih beberapa penghargaan dari pemerintah," ujarnya.

Mengenai tingginya harga Songket Sipirok, menurut dia, karena harga benang saat ini cukup tinggi, sehingga berpengaruh terhadap hasil kerajinan tersebut.

"Harga Songket ini memang mahal, tergantung motif, kualitas benangnya. Sebab ada benang satu, benang dua dan benang empat, harganya juga mencapai ratusan ribu rupiah per gros dan termasuk biaya sulaman yang sangat halus dilakukan tenaga profesional yang sudah berpengalaman," paparnnya.

Sementara itu, salah seorang perajin songket Sipirok, Minayanti (46) mengatakan, dalam pembuatan songket ini tidak hanya diperlukan keahlian saja, tetapi ketelitian, ketekunan dan kesabaran yang cukup tinggi.

Sebab, jelasnya, pembuatan songket ini menggunakan ATBM, bukan mesin.

"Satu persatu benang yang kita rajut melalui ATBM itu harus jelas dan jangan salah tenun, karena ini dapat merusak desain yang kita buat. Apalagi, kalau songket ini pesanan khusus, perlu hati-hati," tuturnya.

Ia menjelaskan, satu pasang songket yang lengkap dengan selendang, mampu diselesaikannnya selama dua minggu. Waktu pembuatan itu sudah cukup cepat sesuai dengan perhitungan.

"Motif songket Sipirok pengerjaannya juga cukup rumit, karena motifnya halus dan bersih," kata Minayanti yang sudah 15 tahun sebagai perajin Songket.

Sumber: Antara News

Sunday, January 23, 2011

Crop Circle Terjadi di Sleman Yogyakarta


Yogyakarta - Seorang anak kecil sempat melihat angin puting beliung yang naik-turun dan diduga mengukir simbol Unidentified Flying Object (UFO) atau sering dikenal dengan sebutan Crop Circle di daerah persawahan di Sleman, Yogyakarta. Karena kejadiannya menjelang malam, warga baru menyadarinya pagi tadi. "Kemarin sore ada angin kencang, anak kecil di daerah saya melihat ada angin puting beliung naik turun di sekitar situ," ujar salah seorang warga setempat, Pradhita Wahyu. Anak kecil tersebut, menurut Wahyu, menceritakan apa yang dilihatnya kepada orangtuanya. Namun warga tidak berani mengecek ke lokasi karena sudah cuaca kurang menguntungkan. "Warga belum bisa melihat karena sudah gelap dan angin kencang, di kampung juga jarang lampu penerangan," paparnya. Sebelumnya diberitakan, warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan oleh tanda misterius di persawahan yang muncul usai angin kencang. Warga setempat meyakini tanda yang berbentuk lingkaran raksasa tersebut sebagai pendaratan pesawat 'UFO' dari planet lain. Lambang tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut. Pihak Kepolisian pun membenarkan munculnya lambang misterius 'UFO' tersebut. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut. Lambang misterius yang diyakini warga akibat pesawat Unidentified Flying Object (UFO) muncul di daerah persawahan di Sleman, Yogyakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menduga lambang misterius itu akibat dari angin puting beliung. "Dugaan saya itu dampak dari angin puting beliung," ujar Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Ribudiyanto. Menurut Kukuh sifat angin puting beliung itu berputar dan berjalan menyapu setiap yang dilewatinya. Bisa jadi akibat dari sapuannya itu membentuk format yang membentuk sebuah arti atau menyerupai benda tertentu. "Angin bisa saja merebahkan dan membentuk gambar. Bisa saja kebetulan membentuk gambar simetris, namanya puting beliung itu berkelok-kelok dapat merebahkan padi," paparnya setelah melihat foto dalam berita. Kukuh menambahkan kasus seperti ini jarang terjadi. Hal ini harus diteliti lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. "Kalau tanaman padi merebah karena angin itu banyak kasusnya, tapi kalau membentuk formasi khusus, hal ini harus diteliti lebih lanjut," jelasnya.

Sumber: terselubung.blogspot.com

Friday, December 24, 2010

Ada Kucing Bisa Memijat di Pasuruan


Aneh tetapi benar-benar nyata. Itulah ungkapan yang pantas untuk Pussy, seekor kucing Persia berusia 3 tahun milik Edi Agus Purwanto (43), warga Dusun Pandean, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Karena kepiawaiannya ini, Pussy mendapatkan julukan bukanlah sekedar kucing biasa. Sebab, ia dikenal warga memiliki keahlian memijat bak seorang tukang pijat berpengalaman. Bukan hanya dalam hitungan menit, bahkan Pussy pun mampu memijat hingga berjam-jam lamanya.

Kalau memijat orang bisa sampai satu jam lebih. Jika tidak disuruh berhenti ya tidak mau berhenti mas. Awalnya memang banyak orang tak percaya. Tetapi mereka baru yakin, setelah membuktikan sendiri pijatan kucing milik saya ini kata Edi Agus Purwanto, pemilik kucing Minggu (14/11/2010).

Seperti dikutip Berita Lampung dari beritajatim.com , Edi menuturkan, sejak kucing miliknya dikenal bisa memijat orang. Warga pun banyak yang berdatangan untuk meminta pijat. Bahkan, Edi pun tak lagi bisa menghitung jumlah orang yang sudah merasakan pijatan Pussy. Tak hanya itu, ada juga warga yang datang hanya sekedar melihat karena penasaran.

Pussy bisa memijat sudah 1 tahun ini. Ia saya pelihara hampir satu setengah tahun. Saya sendiri mendapatkan Pussy karena dikasih teman. Lantaran saya pecinta hewan, saya pun langsung menerimanya dan memeliharanya di rumah terang Edi kepada beritajatim.com saat di rumahnya.

Tak hanya itu, yang membuat Edi semakin sayang dan menyukainya adalah lantaran Pussy termasuk tipe kucing yang penurut. Apalagi, ia memiliki bulu coklat yang memikat dan menawan.

Sumber:
http://wahw33d.blogspot.com/2010/11/ada-kucing-bisa-memijat-di-pasuruan.html

Wednesday, December 1, 2010

Indonesia Pecundangi Malaysia 5-1

Timnas senior Indonesia mengawali laga perdananya di penyisihan Grup A Piala AFF 2010 dengan hasil sempurna. Pasukan 'merah putih' berhasil mengalahkan Malaysia 5-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (1/12) malam WIB.

Hasil ini membuat Indonesia memuncaki klasemen sementara dengan nilai tiga, diikuti Thailand dan Laos yang sebelumnya bermain imbang 2-2. Sementara Malaysia menempati posisi juru kunci.

Pada pertandingan ini, pelatih Alfred Riedl tetap mempertahankan duet Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim. Langganan timnas senior Bambang Pamungkas harus menghangatkan bangku cadangan. Kedua wajah baru di tim Merah Putih mencetak gol perdana mereka bersama timnas senior di ajang resmi.

Bermain di hadapan sekitar 50 ribu pendukungnya, timnas senior langsung melakukan tekanan ke pertahanan Malaysia. Namun pola serangan yang tak terarah membuat serangan timnas dengan mudah dikandaskan pemain belakang Malaysia.

Terlalu bernafsu menyerang, timnas senior lengah dalam pertahanan. Berawal dari serangan balik, Mohd Safee yang menyisir sektor kanan pertahanan Indonesia mampu melewati hadangan Hamka Hamzah, dan selanjutnya memberikan umpan matang kepada Norshahrul Idlan Talaha. Tanpa kesulitan, Idlan berhasil menjebol gawang Markus Haris Maulana pada menit ke-18.

Tersentak dengan gol tersebut, kubu Indonesia meningkatkan intensitas serangan. Upaya ini membuahkan hasil di menit ke-21. M Nasuha yang menusuk sektor kanan pertahanan Malaysia melepaskan bola ke kotak penalti. Irfan Bachdim melakukan gerak tipu, sehingga membuat Mohd Asraruddin Putra melakukan gol bunuh diri.

Gol ini memacu motivasi pemain timnas senior. Tuan rumah berbalik unggul pada menit ke-33 setelah tendangan kiri Gonzales menjebol gawang Mohd Sharbinee. Hingga babak pertama usai, skor 2-1 bertahan.

Di babak kedua, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang untuk memperbesar keunggulan. Serangan beruntun ke pertahanan membuat Malaysia kewalahan menghadapi pergerakan timnas senior.

Upaya tuan rumah membuahkan hasil di menit ke-52. Kerja sama M Ridwan dan Irfan memaksa Sharbinee memungut bola untuk ketiga kalinya, setelah gawangnya dibobol M Ridwan.

Malaysia pun berusaha bangkit setelah tertinggal dari Indonesia. Tak lama berselang, tendangan keras Idlan masih bisa ditepis Markus. Pertahanan Indonesia mendapat tekanan dari Malaysia

Pada menit ke-73, Indonesia mendapatkan peluang emas ketika Irfan yang berdiri bebas melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya. Namun masih bisa ditepis Sharbinee.

Pemain pengganti Arif Suyono akhirnya memperbesar keunggulan Indonesia pada menit ke-77. Arif yang masuk menggantikan Ridwan memanfaatkan kesalahan Mohd Asraruddin dalam mengantisipasi umpan lambung Firman Utina.

Malaysia yang berusaha memperkecil ketinggalan menemui kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Tapi gawang Negeri Jiran justru kebobolan lagi untuk kelima kalinya pada masa injury time melalui Irfan yang menyambut umpan Oktovianus, sehingga laga diakhiri dengan skor 5-1.

Sumber:
http://ardiz.blogspot.com/2010/12/indonesia-pecundangi-malaysia-5-1.html

Thursday, November 25, 2010

Universitas Borneo Tarakan kini Berstatus Negeri

Universitas Borneo Tarakan - Ratusan mahasiswa dan mahasiswi bersama staf Universitas Borneo (UB) Tarakan, Rabu (24/11/2010) di Vip Room Bandara Juwata Tarakan, menyambut kedatangan Prasasti UB Tarakan menjadi universitas Negeri yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 November lalu di Universitas Cenderawasih Papua.

Prasasti yang dibawa Rektor UB Tarakan Abdul Jabarsyah Ibrahim ini pun langsung diara-arak keliling Kota Tarakan. Dalam arak-arakan yang menggunakan mobil pickup terbuka ini ikut serta di dalamnya Walikota Tarakan Udin Hianggio dan Ketua DPRD Tarakan Efendhi Djuprianto.

Arak-arakan ini mulai star dari Vip Room Bandara Juwata Tarakan, melewati Jalan Mulawarman, Yos Sudarso, Kusuma Bangsa, Pulau Bunyu, Kalimantan dan akhirnya finish di halaman parkir Kantor Walikota Tarakan.

Selama prasasti diarak-arak keliling kota Tarakan, warga Tarakan tidak terlalu antusias menyambut kedatangan prasasti tersebut. Warga seolah-solah tidak perduli kedatangan prastasi itu. Pantuan Tribun, saat mengikuti arak-arakan tersebut, terlihat warga yang berada di pinggir- pinggir jalan hanya melihat dan memadang tanpa ada memberikan ekspresi kegembiraan.

Terlihat pula jalan-jalan yang dilalui arak-arakan ini tampak sepi dari warga. Hal ini terlihat saat melewati Jalan Kusuma Bangsa, Pulau Bunyu dan Jala Kusuma Bangsa tidak ada warga yang berada di pinggir jalan hanya mobil dan motor saja yang lewat.

Tentunya penyambutan ini sangat berbeda, saat menyambut kedatangan komisi II DPR RI terkait dengan pembentukan Kaltara beberapa waktu lalu. Disini warga masyarakat sangat antusias. Mereka membawa bendera merah putih, membentangkan spanduk dan melambaikan tangan kepada anggota komisi yang datang. (*)

Universitas Borneo bisa Jadi Kebanggan Warga Tarakan

Universitas Borneo Tarakan - Walikota Tarakan, Udin Hianggio mengucapkan terimakasih kepada DPRD dan warga Tarakan hingga pendiri UB Tarakan yang telah memberikan dukungan atas perubahan status UB Tarakan menjadi Perguruan Tinggi Pemerintah.

"Kalau tidak ada dukungan dari DPRD dan warga Tarakan, pendiri UB hingga rekan-rekan UB tidak mungkin UB Tarakan bisa menjadi seperti sekarang ini. Status UB Tarakan yang menjadi universitas negeri ini memberikan kebanggan tersendiri bagi Kota Tarakan," ujarnya, Rabu (24/11/2010) di VIP Room Bandara Juwata Tarakan.

Udin berharap dengan status UB Tarakan menjadi universitas negeri, dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)di Tarakan. "Jadi ini kesempatan anak-anak kita untuk mendapatkan kualitas belajar ynag lebih baik," katanya. (*)

Sumber: http://ardiz.blogspot.com/2010/11/universitas-borneo-tarakan-kini.html

Sunday, November 21, 2010

Saat Ini Waktu Terbaik Melihat Hujan Meteor Leonid

TAHUN 2010 merupakan waktu terbaik melihat hujan Meteor Leonid. Menurut para ahli Skywatching, puncaknya pada pekan ini untuk menyaksikan pertunjukan langit yang menakjubkan.

Leonid terlihat jelas menghiasi langit dan siapa saja dapat melihat hujan meteor. Ada 15 sampai 20 meteor per jam.

Skywatchers harus melihat ke arah rasi Leo di langit Timur untuk melihat bintang jatuh dari Leonids yang tampaknya memancar keluar dari konstelasi.

Waktu terbaik melihat Leonids berada di dua atau tiga jam terakhir sebelum matahari terbit.

"Ketika matahari akan terbit sekitar pukul 05.15 dan fajar muncul di timur. Langit akan gelap dan tak berbulan," ujar Joe Rao, kolumnis SPACE.com.

Hujan meteor Leonid adalah peristiwa tahunan yang terjadi setiap pertengahan November. Hujan meteor disebabkan material kiri di belakang komet Temple-Tuttle melewati orbit Bumi selama perjalanannya melalui tata surya.

Ketika Bumi dilewati material luar angkasa seperti komet, gas dan debu, semuanya akan memanas di atmosfer dan menciptakan meteor spektakuler.

Setiap 33 tahun, Bumi bertemu simpul padat. Dan terakhir tahun 2002 terjadi bintang jatuh yang menyilaukan. Selama hujan meteor, Anda bisa melihat ratusan bahkan ribuan meteor per jam. Tetapi tahun ini tidak sebanyak yang diharapkan. Mungkin disebabkan jejak yang kurang padat dari Komet Temple-Tuttle. (OL-9)

Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/11/182471/45/7/Saat-Ini-Waktu-Terbaik-Melihat-Hujan-Meteor-Leonid

DUYUNG MASIH HIDUP DI TELUK BALIKPAPAN

Siapa yang tidak kenal putri duyung? Ia adalah legenda makhluk hidup berbadan dan berkepala wanita cantik namun memiliki kaki ikan. Legenda yang belum teruji kebenarannya hingga kini. Tetapi jika berbicara ikan duyung (dugong dugon), di Balikpapan pun kita bisa menjumpainya. DUYUNG termasuk hewan laut yang paling langka di Indonesia saat ini di antara berbagai hewan langka yang harus dilindungi. Meski banyak orang menyebut binatang ini sebagai ikan duyung, namun hewan ini bukanlah ikan.

Serupa dengan lumba-lumba, duyung termasuk hewan mamalia. Induk menyusui anaknya. Perbedaan lainnya dengan lumba-lumba, secara anatomi, duyung lebih mirip gajah, tidak memakan ikan karena termasuk jenis mamalia herbivora, yang memakan rumput laut di padang lamun.

Dugong mempunyai ekor yang mirip dengan sirip ekor ikan paus, serta mempunyai bentuk kepala yang unik. Bentuk mulutnya bundar sehingga membuat dugong mudah mencari makan dengan cara menyapu permukaan laut. Mamalia ini termasuk dalam ordo sirenia, family dugongidae, dan genus dugong. Selain lucu, dugong juga memiliki badan yang cukup besar seperti kapal selam dengan panjang badan dewasa sekitar 2,5 - 3 meter dengan berat 225 - 450 kilogram. Dugong memiliki kulit abu-abu agak kebiruan dengan ketebalan sekitar 1 inchi dan licin.

Hingga saat ini, duyung mudah ditemukan di Madagaskar dan Afrika Timur melalui India sampai ke Australia. Tidak ada ilmuan yang dapat memastikan jumlah duyung yang masih bertahan di Indonesia. Hanya perkiraan antara angka 1.000 sampai 10 ribu ekor. Tapi ilmuan meyakini jumlah ini menurun drastis beberapa tahun terakhir.

Khusus di Kalimatan, diketahui ada lima lokasi ditemukannya duyung, yakni Teluk Balikpapan, Kota Waringin, Pulau Karimata, Teluk Kumai, dan Kepulauan Derawan. Pada tahun 1996, mamalia laut ini diumumkan telah punah di Kalimantan. Tapi empat tahun kemudian, binatang ini kembali ditemukan oleh Yayasan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia) di Teluk Balikpapan dan masih bisa dilihat sampai sekarang.

Penurunan populasi duyung disebabkan banyaknya perburuan oleh manusia secara berlebihan untuk mendapatkan daging, dua pasang taringnya, serta bagian lainnya yang dapat dikomersilkan. Di samping itu pencemaran laut dan pengembangan usaha di pesisir dan daerah litoral yang menjadi sumber makanan dugong berada. Hal ini tidak sebanding dengan perkembangbiakan duyung yang lambat dan jumlah kelahiran yang terbatas. Fakta yang menyebabkan semakin berkurangnya populasi dugong.

Di Teluk Balikpapan, dugong pub terancam musnah. Ancaman utama akibat hilangnya padang lamun, yang merupakan pakan utama duyung. Lamun ini menghilang karena sedimentasi dan polusi kimia yang disebabkan munculnya perkebunan sawit, seperti perkebunan PT Agro Indomas di Kelurahan Pemaluan dan Sepaku (Kabupaten Penajam Paser Utara).

“Perusahan ini telah menanam sawit di sepanjang pesisir, tepian sungai, dan anak sungai. Secara hukum jelas tindakan ini ilegal, sebab mereka menanam sawit di zona penyangga,“ ungkap Stanislav Lhota, peneliti dari Departemen Zoologi Universitas South Bohemia Republik Cechnya yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk menjaga kelestarian hewan yang terancam punah di Teluk Balikpapan.
Pembukaan perkebunan sawit ini berdampak pada perubahan kondisi air di Sungai Sepaku dan Pemaluan. Perubahan warna air dari cokelat kehijauan menjadi kuning juga dapat dilihat dari citra satelit. Di sisi lain, perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) kayu akasia oleh PT ITCI Hutani Manunggal di Ulu Sungai Pemaluan dan Sepaku, juga dianggap sebagai sumber limbah herbisida yang dapat meracuni air. Tak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga bagi padang lamun yang begitu penting bagi duyung.
Sementara sumber sedimen dan polutan kimia yang juga terjadi di padang lamun juga disebabkan pengembangan kawasan industri di sepanjang pesisir Kariangau. Merkuri dari limbah industri tidak hanya menumpuk di ikan yang dimakan masyarakat, tetapi juga di rumput laut yang dimakan dugong.
Pembangunan dua pabrik CPO (crude palm oil) di luar Kawasan Industri Kariangau, yakni, PT Dermaga Kencana Indonesia di kawasan lindung dan PT Mekar Bumi Andalas di kawasan mangrove, dipastikan menyebabkan Balikpapan tidak lagi memiliki pesisir yang sehat. Bencana semakin lebih besar, karena banyak tambang batu bara yang dibuka di sepanjang Teluk Balikpapan, khususnya di Kabupaten PPU. Perusahaan besar seperti PT Sing-Lurus Pratama, diketahui terletak sangat dekat dengan habitat duyung dan merupakan sumber polutan yang sangat signifikan.

Keberadaan duyung juga terancam oleh lalu lintas kapal, pembuangan oli, pengecatan kapal, dan pembersihan kapal ketika berada di pelabuhan. Semua aktivitas manusia ini merupakan sumber polutan yang dapat memusnahkan rumput laut dan menyebabkan keracunan duyung. “Kebisingan mesin kapal sangat mengganggu duyung. Ini menyebabkan mereka mencari makanan ke daerah-daerah yang lebih jauh,“ terangnya.

Bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya yang ingin melihat duyung secara langsung di habitatnya, maka direkomendasikan untuk mendatangi kawasan Muara Sungai Tempadung. Meski kemungkinan untuk melihat mamalia ini sangat kecil. Tetapi Stanislav menyatakan, pembangunan pabrik CPO oleh PT Dermaga Kencana Indonesia di kawasan tersebut akan menyebabkan duyung akan dipaksa meninggalkan sumber makanan di kawasan tersebut.
“Padahal duyung ini tidak lagi memiliki sumber makanan lagi selain di kawasan tersebut. Logikanya, pasti akan punah,“ bebernya. Tapi ancaman terbesar bagi dugong tidak hanya disebabkan faktor yang telah diuraikan di atas. Masih ada faktor lainnya yang paling fatal, yakni pembangunan Jembatan Pulau Balang dan jalan penghubung sepanjang pesisir Teluk Balikpapan. Pembangunan yang diyakininya akan menyebabkan perambahan besar-besaran dan mengakibatkan deforestasi serta degradasi ekosistem.
“Pembangunan ini akan mengancam integritas ekologi seluruh Teluk Balikpapan, bukan hanya habitat duyung, tapi juga ekosistem lainnya yang hidup di Teluk Balikpapan,“ ucapnya.

Sumber: Kaltim Post

Bulu Tangkis Jaga Tradisi Emas

GUANGZHOU- Bulu tangkis menjaga tradisi emas bagi Kontingen Indonesia. Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan mempersembahkan keping mulia setelah memenangkan final ganda putra cabor bulu tangkis Asian Games XVI/2010 dengan mengalahkan pasangan Malaysia Kien Keat Koo/Boon Heong Tan 21-16, 26-24, 21-19.

Emas Kido/Hendra adalah emas keempat Indonesia setelah cabang perahu naga mempersembahkan tiga emas beruntun dari nomor 250, 500, dan 1.000 meter putra. (berita sukses besar perahu naga baca di halaman 13-Total Sport, Red)

Hingga kemarin (21/11), posisi Indonesia kembali naik ke urutan 10 perolehan medali sementara, dengan raihan 4 emas, 6 enam perak, dan 10 perunggu. Kontingen Merah-Putih melewati dua rival Asia Tenggara, Singapura dan Malaysia, yang masing-masing berada di urutan ke-11 dan 13. Namun, Thailand sementara menjadi negara Asia Tenggara yang posisinya teratas dengan berada di ranking ke-6.

Khusus Kido/Hendra, titel pribadinya kini lengkap, sebab mereka mampu mengawinkan emas Asian Games dengan Olimpiade. Sebelumnya mereka juga menahbiskan diri sebagai juara dunia. Ganda terbaik Indonesia itu sekaligus memupus ambisi Koo/Tan mempertahankan emas yang mereka rebut di Doha 2006 lalu.

Final di Tianshe Gymnasium, Guangzhou, itu berlangsung menegangkan. Di game pertama, Kido/Hendra harus menyerah 16-21 hanya dalam waktu 14 menit. Namun mereka menghidupkan asa saat merebut game kedua dengan skor 26-24, setelah beberapa kali deuce.

Di game penentuan, Kido/Hendra melejit unggul 11-7. Koo/Tan sempat mendekat di posisi 14-16. Namun Kido/Hendra unggul lagi 19-17 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan 21-19.

Kido/Hendra kini memperbaiki rekor pertemuan menjadi 4-5, masih untuk keunggulan ganda putra nomor 1 dunia asal jiran itu. “Selama ini memang lebih banyak kalahnya. Namun saat ini suasananya lain. Kami tampil all out dan akhirnya memberikan yang terbaik bagi Indonesia," kata Kido.

Keduanya sekaligus menjaga muka bulu tangkis yang dibebani target mempersembahkan emas ketika Asian Games harus digelar di Tiongkok, rajanya bulu tangkis dunia. Dari cabor, ini Indonesia meraih 1 emas dan tiga perunggu. Sebelumnya, dua perunggu diraih lewat nomor beregu putra dan putri. Satu perunggu lainnya dipersembahkan ganda putra Muhammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra yang disingkirkan Koo/Tan di semifinal.

Emas dari bulu tangkis dan perahu naga adalah hiburan ketika beberapa cabor lain lepas target. Balap sepeda, boling, catur, wushu, hingga angkat besi, semuanya gagal mempersembahkan emas.

Harapan Indonesia menambah medali kini tinggal dari cabor atletik, gulat, loncat indah, dan karate, yang akan memulai perjuangannya Senin besok. Kontingen Merah-Putih juga masih berharap pada cabang voli pantai agar medali emas bisa direbut. Di cabang atletik, harapan terbesar dibebankan kepada Triyaningsih yang bakal turun di dua nomor lari jarak jauh, 10.000 meter dan maraton.(jpnn)

Sumber: Kaltim Post

Police Marine Malaysia Interogasi Empat WNI

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id - Polis Diraja Malaysia (PDRM) melakukan investigasi untuk mendalami informasi dugaan penyiksaan yang dilakukan Polis Gerakan Am Malaysia terhadap empat warga negara Indonesia, Senin (15/11/2010) lalu di periaran perbatasan RI-Malaysia, sekitar Pulau Sekaca Nunukan.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi, Minggu (21/11/2010) hari ini mengatakan PDRM melalui Police Marine telah meminta agar Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi dibawa ke Tawau, Sabah, Malaysia untuk menjalani interogasi terkait kasus tersebut.

"Police Marine memang memanggil mereka ke Malaysia untuk interogasi. Tetapi kita tidak mau kalau mereka yang ke sana. Ada kekhawatiran kalau mereka ke sana nanti malah tambah disiksa," ujarnya.

Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, akhirnya disepakati untuk melakukan interogasi terhadap keempatnya di perairan perbatasan kedua negara. Police Marine menggunakaan kapal dan pihak Lanal Nunukan didampingi Pamtas TNI AD juga menggunakan kapal mengantarkan para WNI tersebut tepat di perairan perbatasan RI-Malaysia. Kedua pihak bertemu pada Sabtu (20/11/2010) dan keempat WNI tersebut diberikan kesempatan untuk menjalani interogasi di atas kapal milik Police Marine Malaysia.

Danlanal Nunukan serta Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan/Yonif 631 Antang Letkol Inf Bangun ikut mengawasi dari kapal TNI selama proses interogarasi berlangsung. "Yang pasti pihak Malaysia akan terus mendalami kasus ini," kata Rachmad. (*)

Sumber: Kaltim Post

Kafe Menjamur, Penjaja Seks Berkeliaran

SEBAGAI kota besar yang memiliki visi sebagai kota jasa, Samarinda tentu menawarkan berbagai fasilitas bagi penghuninya. Tak hanya jasa di siang hari, tapi juga jasa di malam hari. Justru di sepi dan gelapnya malam inilah, sebagian orang justru menikmati sisi lain Samarinda.
Bagi penikmat hiburan malam dan memiliki dana lebih, pilihan tentu jatuh ke pub, café, dan karaoke dewasa yang makin banyak berdiri di Samarinda, meski mereka harus merogoh kocek dengan nilai antara Rp 35.000 hingga Rp 75.000. Sementara bagi warga yang bermodal tipis, pilihan jatuh ke karaoke dewasa kelas pinggiran yang jumlahnya mencapai puluhan dan tersebar di beberapa ruas jalan seperti Jalan Flores, Jalan Pelabuhan, Jalan Niaga Selatan, serta beberapa ruas jalan yang berada di Kawasan Samarinda Ilir ini.
Tempat hiburan khusus orang dewasa ini mulai dikunjungi warga sekitar pukul 22.00 Wita. Tapi keramaian baru tampak sekitar puku 24.00Wita hingga 02.00 Wita. Bahkan setiap weekend, dipastikan beberapa tempat hiburan tetap berani beroperasi hingga pukul 04.00 Wita. Miras dan wanita malam memang sangat identik dengan jenis hiburan khusus dewasa ini.
Bagi penikmat hiburan karaoke namun tidak ingin bersentuhan dengan minuman keras, maka pilihan jatuh di karaoke keluarga yang terdapat di mal maupun ruko-ruko. Fasilitas ini tetap bisa dinikmati sejak pukul 10.00 Wita hingga 02.00 Wita.
Tak melulu masalah hiburan, gemerlap malam di Kota Tepian juga diramaikan banyaknya café yang menyajikan makanan dan minuman ringan. Seperti di Jalan Juanda, yang kini mulai ramai berdiri bermacam-macam café dengan menu spesial yang menjadi ciri khas masing-masing cafe.
Kafe jenis ini, umumnya banyak didatangi anak baru gede (ABG) untuk bercengkerama bersama teman-temannya. Bahkan berbicara masalah bisnis pun juga tidak menjadi masalah. Kafe ini dilengkapi beberapa fasilitas penunjang untuk menarik minat warga untuk datang, seperti wireless LAN untuk koneksi dengan internet dari yang gratisan hingga berbayar. Bahkan ada juga yang menyajikan penampilan band lokal untuk menghibur pengunjung yang datang.
Dunia malam Samarinda juga menawarkan sisi negatif. Lihat saja para ABG yang kini dengan berani memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan-jalan protokol pada akhir pekan atau hari libur. Tak hanya pria, beberapa wanita berusia belasan tahun juga tampak menyoraki teman-teman mereka yang beradu nyawa di atas aspal.
Tak hanya itu, dunia malam Samarinda juga menawarkan kenikmatan sesaat, dari wanita penjaja seks kelas teri di Gang Tikus atau di pinggir Jalan Niaga Utara. Hingga para wanita pria (waria) yang juga berebut mendapatkan kehangatan dan lembaran rupiah dari bisnis esek-esek itu. (ak)

Sumber: Kaltim Post

Saturday, November 20, 2010

SMP 12, Satu-satunya Sekolah Pinggiran yang Kerja Sama dengan Luar Negeri

Video Tanam Pohon sampai ke Thailand, Korea, dan Inggris

Perhatian tertuju ke SMP 12 Samarinda kemarin. Sekolah pinggiran itu menjadi pusat perayaan Hari Guru tahun ini. Ada acara tanam-tanam pohon di belakang sekolah itu yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy. Tapi bukan hanya itu yang jangka panjang akan membuat sekolah ini lebih dikenal.

SEMANGAT ini ditanamkan Barlin Hady Kesuma kepada anak didiknya: Biar sekolah pinggiran jangan minder, harus bisa bersaing dengan sekolah di kota!
Semangat juang itu ditanamkan kepada 260 siswa dan para guru di sekolah itu. Rasa minder ditinggalkan. Pelan tapi pasti, sekolah itu muncul sebagai institusi pendidikan yang patut diperhitungkan.
“Sekarang sekolah kami tak lagi menjadi pilihan kedua,” kata pria yang mengajar Bahasa Inggris dan Guru Bimbingan Konseling di sekolah itu.
SMP 12 ada di sisi kanan jalan poros arah dari Samarinda. Lokasinya agak menjorok ke bawah beberapa meter dari jalan raya. Lokasinya juga tak jauh dari Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Ada 25 guru yang mengajar di sekolah itu. Kepala sekolahnya seorang wanita bernama Ainun.
Sekolah ini punya keunggulan yang tak dimiliki sekolah-sekolah lain di Samarinda atau di Kaltim. Sekolah itu punya lahan empat hektare di belakang bangunan sekolah. Lahan itulah yang menjadi lokasi praktik pelestarian lingkungan atau hutan sekolah.
Karena punya lahan itulah, sekolah ini menjadi satu dari 9 SMP di Kaltim yang kerja sama dengan British Council. Sekolah-sekolah itu akan terkoneksi dengan sekolah menengah di empat negara. Yakni, Taiwan, Thailand, Korea, dan Inggris.
Terpilih menjadi sekolah yang bekerja sama dengan sekolah di luar negeri bukan perkara mudah. Sekolah itu harus melalui seleksi. Harus memasukkan proposal dan ada proyek yang harus dikirim.
“Kami dinyatakan lolos pada Oktober lalu,” katanya.
Tahun ini, awalnya ada 53 sekolah yang mendaftar pada seleksi tahap pertama, dan hanya 35 sekolah yang lolos. Pada seleksi tahap kedua menyusut lagi menjadi hanya 27 sekolah se-Indonesia.
Di Kaltim, SMP yang mengikuti program ini semuanya SMP di tengah kota. Di antaranya, SMP 1 Samarinda, SMP Kesatuan, SMP 1 Tarakan, dan SMP KPS Balikpapan.
“Saya bisa klaim sekolah kami ini adalah satu-satunya SMP pinggiran yang bekerjasama dengan luar negeri,” kata pria berkacamata itu ketika ditemui usai penanaman pohon di sekolahnya, kemarin.
Penanaman pohon tak hanya dalam rangka penghijauan, tapi juga untuk mengadakan proses belajar di alam bebas. Sekolah ini mempunyai misi 1 anak memelihara 1 pohon di hutan sekolah. Secara tidak langsung ini akan menanamkan kecintaan pelajar pada tanaman. Tiap waktu para siswa mengamati 1 pohon yang menjadi peliharaannya, mengukur tiap centi perkembangan serta belajar bertanggung jawab atas makhluk hidup lain.
”Nanti kita kasih nama di pohon yang ditanam masing-masing siswa itu,” tuturnya.
Dalam kerja sama dengan sekolah-sekolah di empat negara itu, SMP 12 akan menonjolkan hutan sekolah. Karena, kata dia, dengan kondisi iklim bumi saat ini, perhatian publik dunia tertuju kepada Kalimantan dan Amazon sebagai paru-paru dunia.
Bentuk nyata dari kerja sama dengan sekolah-sekolah di luar negeri itu, di antaranya mengirim video aktivitas siswa di hutan sekolah. Tentu itu bisa menjadi referensi bagi sekolah-sekolah di luar negeri melakukan hal sama.
Selain itu, SMP 12 juga bisa mengirim bibit-bibit tanaman ke Thailand, Taiwan, Korea, dan Inggris.
“Bisa saling bertukar. Sekolah-sekolah di negara itu bisa juga mengirimkan bibit ke kita,” jelasnya. (faroek-harlinda-hermina)

Sumber:
http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=80046

Ditemukan Planet Baru Menyerupai Jupiter

AKARTA--MICOM: Kemarin para astronom mengkonfirmasi penemuan pertama planet asing di Bima Sakti yang datang dari galaksi lain.

Planet yang menyerupai Jupiter ini mengorbit bintang yang lahir di galaksi lain. Kemudian ditangkap galaksi Bima Sakti antara 6-9 miliar tahun lalu. Sebuah efek samping kanibalisme galaksi membawa sebuah planet yang jauh dari jangkauan astronom pertama kalinya.

"Hal ini sangat menarik," kata seorang penulis studi Rainer Klement of the Max-Planck-Institut fur Astronomie (MPIA) di Heidelberg, Jerman, Kamis (18/11).

"Kami tidak memiliki kemampuan langsung mengamati bintang-bintang di galaksi asing dan memastikan keberadaan mereka".

Para peneliti memaksa para astronom memikirkan kembali ide mereka tentang pembentukan planet dan kelangsungan hidupnya.

Planet baru itu dinamakan HIP 13044b dan sangat dekat dengan bintang induknya. Planet ini menyelesaikan orbit setiap 16,2 hari dan datang sekitar 5 juta mil (8 juta kilometer) dari bintang induknya. Jarak ini hanya 5,5 persen dari jarak Bumi dan Matahari. (Space.com/OL-9)

Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/19/182737/45/7/Ditemukan-Planet-Baru-Menyerupai-Jupiter

Friday, November 19, 2010

Naga Gemparkan Warga Kubar

MASYARAKAT Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter, dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.

Ular raksasa yang melintas di sungai ini diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan "naga" terjadi pada Jumat (29/1) pekan lalu.

Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengetahui sepasang "naga" lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. "Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat," tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.

Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap ini sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri, foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.

Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter.

Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi, melihat ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan "naga" bagi Suku Dayak adalah sebuah pertanda, yakni pemberitahuan akan turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari setelah kemunculan ular raksasa. Hal itu lebih meyakinkan karena sejak Senin (1/2) hingga Rabu (3/2), air Sungai Mahakam meluap dan mengakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam. Di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.

Sulit Akses

Kampung Long Tuyoq terletak di Kecamatan Long Pahangai. Memiliki luas 126,95 kilometer persegi dan dihuni mayoritas Suku Dayak Bahau Busang. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Mahakam dengan mata pencarian sebagai petani tadah hujan, karet, vanili, berburu, dan penambang emas tradisional.

Long Tuyoq merupakan daerah yang terpencil sehingga akses menuju ke sana cukup sulit. Dari Samarinda jika menggunakan pesawat kecil DAS, membutuhkan waktu satu jam hingga di Datah Dawai. Setelah itu harus melanjutkan perjalanan dengan ketinting menuju hilir Sungai Mahakam, membutuhkan waktu sekitar dua jam. Jika menggunakan longboat, butuh waktu satu jam.

Sedangkan jika menggunakan kapal motor (taksi air) dari Samarinda menuju Long Bagun membutuhkan waktu dua hari. Dari Long Bagun dilanjutkan dengan menggunakan speedboat, tarifnya Rp 500 ribu per orang. Sedangkan longboat Rp 400 ribu per orang.

Butuh waktu 12 jam dari Long Bagun sampai di Long Tuyoq. Jalur sungai yang dilewati penuh tantangan dan risiko karena harus menghadapi keganasan riam-riam yang ada di sepanjang Sungai Mahakam. Riam yang dikenal paling ganas yaitu Riam Panjang dan Riam Udang, di sana terdapat batu-batu karang yang tajam serta pusaran air yang siap menelan perahu jika tak berhati-hati melintas.

Di kanan-kiri Sungai Mahakam menuju Kampung Long Tuyoq ditumbuhi pohon-pohon besar seukuran tubuh kerbau.

Ular 33 Meter

Sebelumnya, pada Februari 2009 lalu, Kalimantan juga bikin heboh dunia, saat muncul sebuah foto udara yang memperlihatkan ular raksasa tengah melintas di sebuah sungai di Sarawak, Malaysia. Ular raksasa itu berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan.

Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009 lalu.

Foto itulah yang menjadi perdebatan. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun selama ini, ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau python atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.

Namun ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube itu, jauh lebih panjang dan besar dibanding temuan python. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal. New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat foto tersebut yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak memercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal ini karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan. Sebab, sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.
Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya ular besar di kawasan tersebut yang bernama "Nabau". Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di Sungai Baleh Borneo memercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu.

Nah, bila kedua foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis python atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan.

Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazon. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang terbaru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Python Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (Python reticulatus). Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembapan, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Awal Februari tahun lalu, para ilmuwan juga menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa ini sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam. (alex pardede/tribunkaltim cetak)

Sumber:
http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/48417

Empat WNI Dipaksa Berenang Tiga Jam

NUNUKAN – Empat warga negara Indonesia (WNI) dianiaya Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM). Mereka ditampar, direndam di air lalu disuruh berenang di laut selama tiga jam.

Kekejaman ini dialami Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi, semuanya warga Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan gara-gara kepergok patroli TLDM ketika memancing ikan di wilayah laut perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di kawasan perbatasan Pos Kaca-Muara Sungai Sebuku pada Senin (15/11) lalu.

Peristiwa penganiayaan ini disesalkan oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi, karena sangat berbeda dengan tindakan yang diterapkan TNI AL ketika menangkap warga Malaysia karena pelanggaran wilayah.

“TNI AL memperlakukan dengan baik warga Malaysia yang tertangkap. Tidak pernah ada siksaan, waktu makan ya juga makan. Selanjutnya, kan ada proses hukum yang harus dijalani, itu yang harus dijunjung,” tegas Rachmad Jayadi.

Pasca-kejadian penganiayaan terhadap empat WNI tersebut, TNI AL terus meningkatkan aktivitas patroli di sekitar Pos Sekaca, Muara Sungai Sebuku, kendati empat WNI yang menjadi korban belum melaporkan ke Lanal Nunukan.

Para penghobi mancing ini, ditangkap di titik perbatasan perairan Indonesia-Malaysia yang kemudian digiring ke wilayah perairan Malaysia hingga akhirnya mendapat siksaan.

Ermansyah, salah satu korban kepada koran ini membeberkan, Senin (15/11) sekira pukul 09.00 Wita, ia dan tiga rekannya berangkat menggunakan sampan menuju ke perairan sekitar Pos Keca, di Muara Sungai Sebuku. Pada pukul 10.00 Wita, Ermansyah dan rekan-rekannya sempat melapor ke Pos TNI Angkatan Laut terkait rencananya memancing ikan.

Ermansyah mengisahkan, sekira pukul 16.00 Wita datanglah patroli TLDM bersenjata laras panjang menggunakan kapal patroli bermesin 60 PK menghampiri dan menanyakan dokumen keimigrasian. Mereka panik, apalagi ketika diminta menunjukkan dokumen berupa paspor atau pas lintas batas. Karena memang tak ada satu pun yang membawa dokumen keimigrasian, keempat WNI itu dipaksa terjun ke laut beberapa menit. Mereka lalu diminta naik lagi ke sampan selanjutnya digiring masuk ke sungai wilayah Malaysia.

Ermansyah menuturkan, saat interogasi berlangsung, ternyata TLDM tak memercayai jawaban mereka yang mengaku sebagai penjual ikan. TLDM menuding Erman dkk sebagai intelijen Indonesia. ”Saya ditampar hingga lima kali lantaran TLDM tak percaya kalau saya hanya penjual ikan,” ujar Ermansyah yang mengaku sempat diancam tebas leher dengan parang supaya mengaku sebagai anggota intelijen.

Setelah lama diinterogasi, lanjut Ermansyah, TLDM itu meminta uang tebusan Rp 8 juta. Tapi setelah negosiasi, akhirnya disepakati uang setoran hanya Rp 5 juta. Selanjutnya, Ermansyah dan Budi diizinkan pulang menggunakan sampan untuk mengambil uang, sementara Janirun dan Randi dijadikan jaminan. Selama Ermansyah dan Budi perjalanan pulang ke Nunukan, Janiruan dan Randi direndam di antara pohon bakau, yang konon kabarnya merupakan sarang buaya.

Ermansyah harusnya diwajibkan balik ke wilayah Malaysia kurang lebih satu jam, namun hingga pukul 20.00 Wita tak juga kembali. Hingga akhirnya, Janirun dan Randi disuruh pulang dengan cara berenang. Janirun dan Randi berenang dari pukul 20.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita hingga sampai ke Pos TNI AL. Sesampainya di Pos TNI AL keduanya dijemput untuk dibawa pulang dan tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sekira pukul 24.00 Wita. Kasus ini, telah dilaporkan ke Polsek Nunukan.

Begitu mendengar terjadi penganiayaan terhadap empat WNI, Pelaksana Tugas dan Fungsi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kota Kinabalu (KK) di Tawau langsung bergerak mengumpulkan data.

“Kami segera melakukan koordinasi, untuk meminta penjelasan aparat terkait di Tawau. Seperti apa kronologis sesungguhnya. Apakah benar WNI kita (empat nelayan) telah disiksa TLDM ataukah aparat lainnya yang bertugas di perbatasan,” ungkap Widoratno Rahendra Jaya-Minister Counsellor/Koordinator PTF KJRI Kota Kinabalu di Tawau, Jumat (19/11).

Tindak lanjut dari konfrontasi ini, PTF KJRI pun meminta Polis Malaysia untuk menyelidiki lebih lanjut dan menelusuri sejauh mana kasus tersebut terjadi.

“Saya juga dapat informasi dari tanah air terkait insiden tersebut. Kita berharap, ini bisa segera diselesaikan dengan baik. Kita tunggu sajalah, bagaimana hasil selanjutnya, cukup dulu ya, nanti dikabarkan lagi,” ujarnya.(ica)

Sumber:
http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=79962

Bupati Bulungan Terima Penghargaan Ksatria Bakti Husada

TANJUNG SELOR - Dinilai berjasa terhadap pembangunan bidang kesehatan di Bulungan, terutama dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Bupati Bulungan H Budiman Arifin mendapatkan penghargaan dari pemerintah RI. Penghargaan dengan nama ‘Ksatria Bakti Husada’ diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta, malam tadi.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bulungan H IDewan Budi Santoso yang turut mendampingi bupati mengatakan, penghargaan ini diberikan karena pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menilai terobosan-terobosan yang dilakukan oleh bupati dalam hal peningkatan SDM di bidang kesehatan tergolong berhasil.

“Beberapa terobosan dilakukan oleh bupati. Seperti di antaranya rekruitmen lokal tenaga kesehatan, menyekolahkan tenaga kesehatan lulusan SPK ke jenjang D3, menyekolahkan dokter spesialis dan lain-lainnya. Dan perlu diingat juga untuk pembiayaan pendidikan para tenaga kesehatan ini, dibantu oleh pemerintah daerah,” ujar Budi yang dihubungi melalui telepon selulernya malam tadi.

Selain program ini, lanjut dia, melalui kebijakan Bupati H Budiman Arifin juga ada program menyekolahkan para tenaga bidan yang selama ini hanya berpendidikan D1 ke jenjang Diploma III (D3). “Target kita, dari Pemerintah kabupaten Bulungan melalui dinas kesehatan pada 2012 nanti, tenaga kesehatan kita minimal berpendidikan D3. Tak ada lagi yang lulusan SPK atau D1,” kata Budi lagi.

Beberapa kebijakan ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan SDM di bidang kesehatan. Dengan harapan, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih optimal. “Kebijakan-kebijakan bupati ini, didasari atas keinginan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat,” imbuhnya.

Atas dasar kebijakan peningkatan SDM tersebut, tadi malam bersamaan dengan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-46, Bupati Bulungan H Budiman Arifin menerima penghargaan Ksatria Bakti Husada yang diserahkan oleh Menkes.

Selain Bupati Bulungan, dikabarkan ada dua kepala daerah lainnya di utara Kaltim yang mendapatkan penghargaan serupa. Yaitu Bupati Malinau Marthin Billa dan Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio. (ngh)

Sumber:
http://ardiz.blogspot.com/2010/11/bupati-bulungan-terima-penghargaan.html

Thursday, October 14, 2010

INFO GEMPA TERKINI


INFO GEMPA YANG TERJADI DI TANAH AIR


7 KEAJAIBAN DUNIA | KEAJAIBAN DUNIA TAHUN 2010

Berikut ini adalah 7 dari keajaiban dunia terbaru tahun 2010 versi CNN :

1. Grand Canyon

Grand Canyon adalah sebuah jurang tebing-terjal, diukir oleh Sungai Colorado, di utara Arizona. Jurang ini merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon; salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Presiden Theodore Roosevelt merupakan salah satu pendukung utama wilayah Grand Canyon, mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

Jurang ini, diciptakan oleh Sungai Colorado memotong sebuah selat selama jutaan tahun, panjangnya kira-kira 446 km, dengan lebar mulai dari 6 sampai 29 km dan dengan kedalaman lebih dari 1.600 m. Hampir dari 2000 juta tahun sejarah Bumi telah terpotong oleh Sungai Colorado dan anak sungainya lapis demi lapis sedimen ketika Dataran Tinggi Colorado mulai terangkat.

Grand Canyon pertama kali dilihat oleh orang Eropa pada 1540, García López de Cárdenas dari Spanyol. Ekspedisi saintifik pertama ke canyon ini dipimpin oleh Mayor AS John Wesley Powell pada akhir 1870-an. Powell menunjuk ke batuan sedimen yang terbuka di jurang sebagai “daun dalam buku cerita agung”. Namun, jauh sebelum masa itu, wilayah ini telah ditinggali oleh Penduduk Asli Amerika yang membangun tempat tinggal di tembok jurang ini.


2. Great Barrier Reef/Karang Penghalang Besar

Great Barrier Reef adalah kumpulan terumbu karang terbesar dunia yang terdiri dari kurang lebih 3.000 karang dan 900 pulau, yang membentang sepanjang 2.600 km. Karang ini berlokasi di Laut Koral, lepas pantai Queensland di timur laut Australia. Sebagian besar wilayah karang ini termasuk bagian yang dilindungi oleh Taman Laut Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef Marine Park).

Karang Penghalang Besar (KPB) dapat dilihat dari luar angkasa dan kadang disebut sebagai organisme tunggal terbesar di dunia. Pada kenyataannya, ia terbentuk dari berjuta organisme kecil, dikenal dengan sebutan polip koral (coral polyp). KPB dipilih sebagai sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1981.

Kekayaan biodiversitasnya, perairannya yang hangat dan jernih, serta keterjangkauannya dari fasilitas terapung yang disebut live aboards, membuat karang ini menjadi tujuan pariwisata yang sangat populer, terutama bagi para penyelam scuba. Banyak kota di sepanjang pesisir pantai Queensland yang menawarkan wisata laut ke karang ini setiap harinya. Beberapa pulau kontinental juga telah berubah fungsi menjadi resor.



3. Mount Everest

Mount Everest adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari paras laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet puncaknya berada di Tibet. Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m. Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Utama di dunia.


4. Air Terjun Victoria

Air terjun Victoria merupakan salah satu air terjun paling spektakuler di dunia. Air terjun ini terletak di Sungai Zambezi, yang pada saat ini membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. Air terjun ini memiliki lebar kira-kira 1 mil (1,6 km), dengan ketinggian 128m (420 kaki).

David Livingstone, penjelajah Skotlandia, mengunjungi danau ini pada 1855 dan menamakannya atas nama Ratu Victoria, sedangkan nama lokalnya adalah Mosi-oa-Tunya, “asap menggelegar.” Air terjun ini merupakan bagian dari dua taman nasional, Mosi-oa-Tunya National Park di Zambia dan Victoria Falls National Park di Zimbabwe, dan juga Situs Warisan Dunia UNESCO. Air terjun ini merupakan obyek wisata utama di Afrika Selatan.


5. Northern Lights

Salah satu keajaiban dunia adalah Northern Lights atau dikenal juga dengan istilah Aurora Borealis. Kejaiban cahaya warna-warni ini terbentuk akibat interaksi lapangan magnetik di Bumi dengan partikel matahari.


6.Volkano Paricutín

Volkano Paricutín, adalah sebuah gunung berapi yang terdapat di negara bagian Michoacan, Meksiko. Sebelum tahun 1943 gunung berapi ini tidak ada, namun tiba-tiba terdapat aktivitas vulkanik yang mengakibatkan orang-orang di sekitar sana mengungsi, gunung muda itu terus bertambah tinggi, dalam sehari menjadi 50 meter dan saat ini aktivitasnya bisa dikatakan berhenti, dan ketinggian gunung mencapai 336 meter.


7. Pelabuhan Rio de Janeiro

Rio de Janeiro (bermakna “Sungai Januari” dalam bahasa Portugis) adalah ibu kota Negara Bagian Rio de Janeiro di Brasil bagian tenggara.Kota ini mempunyai luas sebesar 1.256 km² dan penduduk sekitar 6.150.000 juta jiwa (2004).Sekitar 10 juta orang tinggal di wilayah metropolitan Rio de Janeiro Raya, yang saat ini merupakan kota terbesar keempat di dunia.

Letak pelabuhan Rio De Janeiro sangat unik yaitu tepat berada di ujung muara sungai antara pertemuan laut dan sungai, selain kota pelabuhan kota tersebut juga mempunyai letak dan pemandangan geografis yang sangat indah, Brazil ditemukan dan dijajah oleh portugis pada tahun 1565 sehingga budaya , bahasa, kebiasaan, juga makanan mengacu kepada negara portugal yaitu karena adanya ikatan bathin antara dua negara tersebut.



Sumber: http://www.radensomad.com/7-keajaiban-dunia-keajaiban-dunia-terbaru-2010.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons