Showing posts with label Dunia Gaib. Show all posts
Showing posts with label Dunia Gaib. Show all posts

Friday, December 24, 2010

Hantu Wanita Berambut Panjang Seliweran di Kantor KPK


JAKARTA - Cerita mistis di kantor KPK bukan isapan jempol belaka. Selain adanya bungkusan berisi kemenyan yang pernah ditemukan di halaman kantor, hantu wanita berambut panjang juga pernah tertangkap kamera cctv KPK.

"Pernah, wanita ada hantu rambutnya panjang malam-malam masuk ke sini (ruang kerja Johan) ketangkep kamera cctv," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Kejadian ini sempat membuat sejumlah petugas keamanan ketakutan jika berjaga pada malam hari di sekitar ruang kerja Johan, lantai 3.

Tak hanya itu. Johan juga mengaku pernah ada suara orang yang tengah mandi di toilet depan ruang kerjanya. Padahal saat itu tidak ada siapapun di sana. Masih di lantai 3, juga ditemukan satu tulisan atau rajah tak bertuan.

Pegawai KPK semakin dikejutkan dengan kejadian aneh, saat kursi dan meja di ruang rapat utama di lantai 3 tiba-tiba rapih dengan sendirinya. Padahal, tidak ada satupun yang merapikan tempat tersebut.

Sempat pula, lanjut Johan, keluar seperti percikan bola api keluar dari lantai 3 dan terlontar ke langit.

Hal yang paling menghebohkan dan membuat tanda tanya sampai saat ini, yakni kejadian sakitnya seluruh pegawai yang ada di lantai 3. "Pernah juga pas zamannya Pak Antasari (mantan Ketua KPK), di sini satu lantai pegawainya sakit semua," imbuhnya.

"Silakan ditanya ke satpam di sini. Jadi, satpam sini pada takut kalau enggak ada orang," tambahnya.
Penulis: Acoz
Editor: widodo

Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/11/12/hantu-wanita-berambut-panjang-seliweran-di-kantor-kpk

Hantu Kuyang, Ilmu Hitam Untuk Keabadian


Jika di Bali dikenal dengan Leak, maka di Kalimantan dikenal pula hantu sejenis dengan sebutan Kuyang atau Kawiyang. Hantu Kuyang adalah hantu yang suka mencari dan menghisap darah wanita yang sedang melahirkan seorang bayi. Kuyang merupakan jelmaan dari seorang wanita yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mendapatkan kehidupan yang abadi.

Pada gambaran wujudnya, Kuyang merupakan hantu kepala dengan isi tubuh terburai keluar tetapi masih menempel tanpa kulit, dan anggota badannya dapat terbang . Di siang hari, seorang Kuyang akan menjalani hidup seperti halnya orang normal lainnya, namun biasanya ia mengenakan pakaian berupa baju panjang dengan ciri-ciri selendang yang dililitkan dileher.

Pada malam hari, Kuyang akan terbang mencari darah Bayi yang baru lahir guna menambah kekuatan ilmunya, biasanya yang menjadi sasaran adalah seorang ibu yang sedang melahirkan anaknya. Jika tidak mendapatkan wanita yang akan melahirkan, Kuyang biasanya berkeliaran di pemukiman penduduk untuk mencari “sisa” pembalut wanita yang dibuang sembarangan. Untuk itu, para wanita, terutama yang masih gadis untuk hati-hati ketika sedang halangan.

Jika darah segar tidak ditemukan, mungkin saja Kuyang ini mendatangi orang-orang yang sedang tidur dengan menghisap darah dari pangkal paha atau lengan, sehingga ketika beberapa hari kemudian akan ada bekas kebiru-biruan dengan sedikit rasa gatal di tempat yang dihisap tersebut.

Untuk menghindari hal itu, biasanya orang membawa bawang putih dan bawang merah tunggal yang disimpan dibawah kasur. Bahkan sebagian menambahkan bulu landak mendampingi bawah merah dan putih tadi. Karena konon katanya, Kuyang sangat takut dengan bawang dan bulu landak tersebut.

Penampakan Kuyang biasanya dengan terbang pada malam gelap, layaknya bintang jatuh. Di Kabupaten Paser, penjelmaan kuyang terbang laksana bintang jatuh ini malah sering jadi “permainan” anak-anak dan warga yang melihatnya. Begitu lintasan cahaya terlihat, warga sering berteriak “Kuyaang”, dengan mengejar ke arah lintasan cahaya seraya melemparinya denganbatu.

Orang yang melihat Kuyang, selain terlihat seperti lintasan cahaya, juga akan tampak seperti burung besar. Untuk menghadapi hantu ini, biasanya orang akan menggunakan sapu ijuk atau dengan memukulkan perabot rumah tangga, seperti panci atau wajan. Atau da juga yang membuat perapian dengan asap pekat, yang dicampur dengan kulit bawang, sehingga jika ada kuyang yang berkeliaran akan memedihkan matanya.

Dilihat dari ajaran ilmu hitamnya, ajaran Kuyang ini biasanya dari warisan turun-temurun. Ada yang mengatakan bahwa di daerah pedesaan ada suatu keluarga yang hampir seluruh anggota keluarganya adalah penjelmaan hantu Kuyang. Ajaran Kuyang adalah ajaran tentang keabadian. Konon, umur seorang kuyang dapat mncapai 300 ratusan tahun sebelum ilmunya diturunkan kepada generasi sesudahnya. Begitu seterusnya dengan imbalan sang iblis meminta syarat darah segar dari wanita yang sedang melahirkan, atau darah-darah kotor lainnya.

Yang menarik adalah, bila kita berhasil menangkap Kuyang, maka si Kuyang itu akan memberikan apa saja yang kita inginkan, karena dia tidak mau ada orang yang tahu tentang dirinya. Katanya, jika kita berhasil menangkapnya, lebih baik kita meminta Minyak Kuyang, karena benda yang diolesi oleh minyak tersebut akan kembali lagi bila kita memberikan ke orang lain.

Contohnya saja uang, jika kita membelanjakan uang tersebut, maka uang itu akan kembali secara sendirinya ke tangan kita dan di tempat penjualnya malah hilang.

Namanya memang disebut “minyak” tetapi bentuknya seperti permen karet, karena jika ditarik aka memanjang tidak putus. Untuk memaksimalkan kerja “minyak kuyang” ini, setiap malan tertentu, biasanya malam Jum’at, diberi “makan” dengan sedikit potongan tali pusat bayi yang telah dikeringkan.

Tali pusat bayi yang diberikantersebut tidak sembarang tali pusat bayi-bayi pada umumnya, tetapi tali pusat dari bayi anak haram hasil hubungan gelap.(vb/yul/berbagai sumber)

Sumber: http://wahw33d.blogspot.com/2010/11/hantu-kuyang-ilmu-hitam-untuk-keabadian.html

Misteri Angka 9 di Dalam Kehidupan Gus Dur


Angka sembilan adalah angka kesempurnaan bagi semua kelompok dan kalangan. Tak terkecuali di lingkungan warga nahdliyin. Angka sembilan juga menjadi misteri yang melingkupi kehidupan Gus Dur semasa hidup sampai akhir hayatnya.

Seperti dijelaskan oleh keluarga, Gus Dur meninggal pukul 18.45 WIB. Angka ini dijumlah dengan hitungan apapun ketemu angka 9. 1 plus 8 adalah 9, demikian juga dengan penjumlahan 4 dan 5 menjadi 9.

Gus Dur wafat dalam usia 69 tahun. Ini adalah sepasang angka yang berbentuk simetris dan menunjukan angka 9. Jika dibalik angkanya tetap 69. Tahun wafat pun 2009, tahun kesembilan di abad ke 21 ini.

Nah, rupanya angka 9 selalu mewarnai hidupnya sejak muda, belajar berpolitik, dan akhirnya menjadi presiden. Gus Dur pertama kali melanglang buana ke luar negeri saat belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Tahun berapa? 1963. 6 Plus 3 adalah 9.

Pendidikan tuntas, Gus Dur pun memulai kiprahnya di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). NU adalah organisasi berlambang bintang 9. Bintang yang paling besar adalah simbol Nabi Muhammad SAW, kemudian bintang untuk 4 sahabat nabi dan bintang untuk 4 imam madzhab.

Gus Dur pun mulai dikenal sebagai tokoh yang kritis dan menjadi Ketua Umum PBNU selama 3 periode. Gus Dur bahkan berani berseberangan dengan ICMI yang dinilainya sektarian dan mendukung Presiden Soeharto. Dia lalu membentuk Forum Demokrasi dengan mengumpulkan intelektual dan berbagai tokoh komunitas religius. Ada 45 orang yang dihimpun Gus Dur. 4 Plus 5, kita kembali bertemu angka 9.

Kiprah politiknya kian cemerlang dengan membidani lahirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bahkan Gus Dur menjadi Ketua Dewan Syuro. Lambang PKB adalah bola dunia yang dilingkari 9 bintang. Saat Gus Dur wafat, PKB sedang memiliki 27 kursi di DPR RI untuk periode 2009-2014. 2 plus 7, lagi-lagi angka sembilan.

PKB juga yang kemudian menjadi kendaraan politis Gus Dur untuk menjadi Presiden RI. Tahunnya adalah 1999, kombinasi 2 angka 9. Tanpa diduga sebelumnya, Sidang Umum MPR meloloskan Gus Dur sebagai presiden keempat mengalahkan Megawati Soekarnoputri setelah pemilu pertama di era Reformasi. Jabatan presiden menjadi puncak karir politik Gus Dur.

Sumber: http://wahw33d.blogspot.com/2010/11/misteri-angka-9-di-dalam-kehidupan-gus.html

NAMA-NAMA HANTU JAWA

1. GENDRUWO | Hantu yg suka tinggal di pohon-pohon besar atau gedung-gedung tua, soalnya kalau di apartemen bisa jadi ia tkut ditagih bayarannya. Ia berupa sosok hitam besar, tidak banyak bergerak. Kalau di pohon ia suka bergelantungan di dahan, atau duduk di bawah pohon. Baunya sangat khas menusuk hidung, serupa kalau kita mencium bau teman kita yang tidak mandi beberapa hari, tapi gendruwo (jenis hantu yang lain lagi) baunya beberapa lipat dari itu. Ia tidak suka mengganggu orang, kecuali menampakkan diri dengan sosok besarnya. Apa bedanya, si Ntu?

2. SUNDEL BOLONG | Sundel, bahasa Jawa yang artinya WTS/PSK, bolong artinya lobang. Jenis kelamin hantu ini, dipastikan perempuan, kecuali kelainan sexual atau Anda sendiri tak percaya dan ingin membuktikannya langsung. Itu, mah, terserah. Sundel bolong berupa sosok wanita yang punggungnya berlobang. Jika kita berhadapan, baunya sangat wangi, tapi kalau beliau berbalik badan, akan menebarkan bau busuk dan amis. Ia suka berkeliling di tempat-tempat ramai, mungkin karena dulunya berhobby dugem. Suka membujuk para pria berhidung belang untuk berhubungan sex. Konon, ia adalah bekas tandhak, ledhek, penari, atau WTS yang mati secara mengenaskan, akibat disia-siakan laki-laki hidung belang itu juga.

3. JERANGKONG, THETHEKAN | Hantu yang berupa kerangka manusia. Ia suka berkeliling dari kampung ke kampung, mungkin beliau dulunya petugas ronda. Kemunculannya antara jam 01 s/d 02 malam. Ia disebut thethekan karena kalau berjalan mengeluarkan bunyi “thek, thek, thek,…”, yang ditimbulkan dari benturan rahang atas dan rahang bawah. Jika mendengar bunyi ini, perhatikan baik-baik, hantu atau penjual bakmi godog atau mungkin mie thek-thek. Sementara disebut jerangkong, sangat suka mengganggu orang, terutama anak-anak kecil. Kenapa? Karena sesama hantu tentu dilarang saling mengganggu. Konon, anak yang sempat mendengar atau melihat jerangkong ini, akan menangis sepanjang malam. Mungkin juga, bukan hanya anak kecil, sampeyan saja yang penakut, pasti memilih tidak bertemu dengannya. Mending ketemu Dewi Persikk atau Brad Pitt, ya nbgak, ya nggak?

4. NDHAS GLUNDHUNG, NDHAS CUMPLUNG | Hantu berupa kepala manusia. Ia sangat suka menganggu dan mengejutkan orang dengan cara meng’gelundung’ secara tiba-tiba di depan banyak orang. Mungkin, ini termasuk hantub yang snob, exhibishionist dan narsis sejati. Konon, ia adalah kepala para orang-orang yang mati dengan cara disembelih. Ndhas Glundhung kononi banyak muncul di tempat-tempat bekas pembantaian pada jaman pengganyangan PKI (Partai Komunis Indonesia) 1965 dan setelahnya.

5. MEMEDI USUS | Berupa bentangan usus manusia, yang akan melilit kaki orang yang sedang melintas di jalan. Ia biasanya melintang di jalan untuk menunggu mangsa. Orang yang kebetulan terlilit oleh Memedi Usus, selain karena memang kakinya terlilit, terasa berat dan kesulitan utk berjalan atau berlari. Ya iyalah,…

6. POCONGAN | Berupa sosok yang berpakaian orang mati (berkain kafan alias pocong itu). Cara berjalannya meloncat-loncat, tak perlu ditegaskan kenapa, karena sampeyan sendiri kalau kakinya diikat apa bisa melangkah dengan normal? Beliaunya tinggal di kuburan seseorang, yang konon semasa hidupnya bergelimang dengan dosa; Misalnya rentenir, pemelihara thuyul atau perewangan. Dan ia tidak rela atas kematiannya. Ia sukanya menggantung di pohon, bersandar, atau rebahan di tepi jalan (kalau di tengah jalan, bisa jadi beliau jiper juga ketabrak sopir yang ngawur), mengejar orang yang ketakutan (karena kalau mengejar orang yang berani, bisa jadi dianya takut. Conain deh, jika berani). Perkembangan baru, pocongan juga makhluk yang suka nongol di film atau sinetron, utamanya made in Indonesia. Meskipun cara berjalannya meloncat, tapi bisa melampaui orang yang lari kencang.Jika Anda tak percaya soal ini, bisa diadakan lomba adu cepat antara atlet pelari kita dengan mereka.

7. OYOT NIMANG | Suatu akar gaib yang bisa menghilangkan ingatan atau kesadaran seseorang, yang tanpa sengaja menginjak atau melompatinya. Orang yang kena pengaruh Oyot Nimang berjalannya akan terus berputar-putar di tempat yang sama, tapi ia merasa berjalan ke tempat yang dituju. Kita, manusia ini, mungkin juga bisa mempraktikkannya, dengan cara minum minuman beralkohol tinggi, hingga kita teler berat bin mabuk

8. KUBURAN BAJANG | Tempat dipendamnya bayi hasil hubungan gelap, yang dikeluarkan secara paksa, karena umurnya belum saatnya untuk dilahirkan. Pada malam-malam tertentu, tempat tersebut mengeluarkan suara tangisan bayi yang memilukan,….

9. KEMAMANG | Sosok hantu berambut api. Ia senang tinggal di tepi sungai sambil cari ikan. Ikan yang didapat, sebelum dimakan, dimasaknya terlebih dahulu di atas rambutnya. Hm, benar-benar hantu yang modern, karena tak berurusan dengan listrik atau gas.

10. GERANDHONG | Hantu yang sangat ganas, bahkan bisa membinasakan. Ia berupa sosok yang sangat menakutkan. Wajah dan matanya merah, taringnya panjang, kulitnya abu-abu bersisik, rambutnya panjang dan kasar, rastamania man. Ia bersifat nomaden, tapi ketika ia tinggal di desa tertentu, bisa menggegerkan orang se-desa. Akhirnya tempat tersebut setiap malam akan terasa mencekam, karena tidak ada seorang pun yang berani keluar rumah.

11. WEWE GOMBEL | Hantu berwujud sosok wanita yang sangat tua, dengan pakaian compang-camping, dan (maaf) payudaranya menggelantung sampai menyentuh tanah. Dia suka mengganggu anak-anak balita dengan cara mengajaknya ke tempat-tempat yang sepi, kemudian anak tersebut di tinggal di tempat itu. Atau kalau dia lagi suka, diajaknya keliling-keliling sampai berhar-hari. Kalau sudah bosan ditinggalkan anak tersebut, entah di tengah sawah, di hutan, di atas pohon, dan sebagainya.

12. KEBLEG | Berupa kelelawar besar (wujudnya semacam kalong), sukanya mencuri beras di pedaringan (Jawa), yaitu tempat menyimpan beras. Tapi, beliau ini ternyata juga suka mencuri telur (bisa telur ayam atau bebek. Kalo telur kerbau katanya dia ogah). Konon, ia adalah peliharaan seseorang. Semacam tuyul, tapi beliau spesialisasinya beras dan telur. Wah, jangan-jangan ada organisasinya pula.

13. THUYUL | Hantu ini mungkin paling dikenal, secara ia pernah muncul dalam sinetron televisi kita, “Thuyul dan Mbak Yul”. Ia peliharaan seseorang, bertugas mencuri uang untuk disetorkan kepada pemeliharanya. Wujudnya berupa sosok anak balita, tapi tidak bisa dibedakan antara yang laki-laki dan perempuan. Lagian juga masih kecil, nanti ndak dikira Kak Seto melanggaran pelanggaran HAM anak-anak. Oh ya, thuyul ini sukanya bermain-main di tempat yang kotor dan becek.Mungkin takut kalau sakit kulit, atau bisa juga takut pada Bu dan Pak Dokter.

Tuyul & Memet | Tuyul adalah mahluk ghaib dari golongan jin yang memiliki kemampuan khusus, yaitu mencuri uang atau perhiasan. Anda berminta memilikinya, sebagai piaraan?

Spesies thuyul khusus yang ada di Desa Krucuk, Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), misalnya, memiliki keistimewaan tersebdiri. Tuyul ini sangat kecil ukurannya. Kira-kira tingginya 5 cm – 6 cm. Tuyul ini dapat dilihat oleh mata terbuka, dan dapat diajak bicara, tapi itu hanya dapat berlaku bagi majikannya.

Bagaimana Merawat Thuyul | Mudah sekal. Tuyul ini sangat canggih dan tidak merepotkan. Karena tuyul ini tidak membutuhkan kamar khusus atau mainan anak-anak, seperti kebanyakan diceritakan pada orang.

Katanya, thuyul suka netek pada Ibu-ibu (kayaknya, bukan hanya thuyul deh yang suka ginian). Tapi thuyul dari desa Trucuk ini, hanya butuh lima tetes darah manusia type/golongan O/AB. Anda tidak Usah takut atau repot, karena darah tipe O/AB, bisa dibeli di Rumah Sakit atau PMI (Palang Merah Indonesia). Lima tetes darah itu pun hanya diberikan jika si thuyul akan disuruh oleh majikan, untuk bertugas mencuri uang. Tuyul ini sangat setia kepada Majikannya. Harga satu thuyul, bisa mencapai Rp lima juta.

Memet | Tuyul pintar, sama seperti tuyul di atas, meski tetap terdapat sedikit perbedaannya. Memet misalnya memilki dua buah taring pada mulutnya. Selain itu, memet dapat berlari lebih cepat dari pada tuyul biasa. Karena itu, memet disebut thuyul pintar. Kenapa begitu? Karena kalau disebut Thuyul Bodoh mungkin beliau bakal ngambek atau mogok kerja.

Sumber: http://clubyr-x.blogspot.com/2010/10/nama-nama-hantu-jawa.html

KANJENG RATU KIDUL

Siapakah sesungguhnya Kanjeng Ratu Kidul itu? Benarkah ada dalam kesungguhannya, ataukah hanya dikenal dalam dongeng saja?

Pertanyaan ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus. Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata. Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua cerita atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi seperti berikut:

Menurut cerita umum, Kanjeng Ratu Kidul pada mudanya bernama Dewi Retna Suwida, seorang putri dari Pajajaran, anak Prabu Mundhingsari, dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit Raja siluman di Sigaluh.

Sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di gunung Kombang. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau jawa. Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.

Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari. Ada juga sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul sendiri). Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata “Lara” berasal dari “Rara”, yang berarti perawan (tidak kawin).

Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu menderita sakit budhug (lepra). Utuk mengobatinya harus mandi dan merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan, dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.

Ceritaa lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah dilakukan dapat disimpulakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul tidaklah hanya menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk daerah pesisir pantai selatan, mulai darah Jogjakarta sampai dengan Banyuwangi.

Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut (sanggar). Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.

Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu pesisir pantai selatan, Jawa timur, yang khusus diadakan untuk Nyai rara kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara Kidul.

Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.

Pengalaman seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tajun 1955 pernah ada serombongan oran-orang yang nenepi (pergi ke tempat-tempat sepi dan keramat) dipulau karang kecil, sebelah timur Ngliyep.

Seorang diantara mereka adalah gurunya. Dengan cara tanpa busana mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang lampunya bersinar-sinar terang sekali.

Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan denga terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.

Artikel 2

Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..

Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.

Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda

Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.

Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan Yogyakarta.

Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Versi pertama diambil dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat dalam Babad Tanah Jawi. Kedua cerita tersebut memang berbeda, tapi anda jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi tulisan selanjutnya.

Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta

Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?

Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.

Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.

Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena “diambil” oleh sang Ratu.

Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah Jawa Barat. Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus (nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang disajikan khusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan sang Ratu, bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang perantara yang menyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar ini adalah salah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden Soekarno.

Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda yang paling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan.

Sumber: http://clubyr-x.blogspot.com/2010/08/kanjeng-ratu-kidul.html

Monday, October 18, 2010

NAMA-NAMA HANTU JAWA

1. GENDRUWO | Hantu yg suka tinggal di pohon-pohon besar atau gedung-gedung tua, soalnya kalau di apartemen bisa jadi ia tkut ditagih bayarannya. Ia berupa sosok hitam besar, tidak banyak bergerak. Kalau di pohon ia suka bergelantungan di dahan, atau duduk di bawah pohon. Baunya sangat khas menusuk hidung, serupa kalau kita mencium bau teman kita yang tidak mandi beberapa hari, tapi gendruwo (jenis hantu yang lain lagi) baunya beberapa lipat dari itu. Ia tidak suka mengganggu orang, kecuali menampakkan diri dengan sosok besarnya. Apa bedanya, si Ntu?

2. SUNDEL BOLONG | Sundel, bahasa Jawa yang artinya WTS/PSK, bolong artinya lobang. Jenis kelamin hantu ini, dipastikan perempuan, kecuali kelainan sexual atau Anda sendiri tak percaya dan ingin membuktikannya langsung. Itu, mah, terserah. Sundel bolong berupa sosok wanita yang punggungnya berlobang. Jika kita berhadapan, baunya sangat wangi, tapi kalau beliau berbalik badan, akan menebarkan bau busuk dan amis. Ia suka berkeliling di tempat-tempat ramai, mungkin karena dulunya berhobby dugem. Suka membujuk para pria berhidung belang untuk berhubungan sex. Konon, ia adalah bekas tandhak, ledhek, penari, atau WTS yang mati secara mengenaskan, akibat disia-siakan laki-laki hidung belang itu juga.

3. JERANGKONG, THETHEKAN | Hantu yang berupa kerangka manusia. Ia suka berkeliling dari kampung ke kampung, mungkin beliau dulunya petugas ronda. Kemunculannya antara jam 01 s/d 02 malam. Ia disebut thethekan karena kalau berjalan mengeluarkan bunyi “thek, thek, thek,…”, yang ditimbulkan dari benturan rahang atas dan rahang bawah. Jika mendengar bunyi ini, perhatikan baik-baik, hantu atau penjual bakmi godog atau mungkin mie thek-thek. Sementara disebut jerangkong, sangat suka mengganggu orang, terutama anak-anak kecil. Kenapa? Karena sesama hantu tentu dilarang saling mengganggu. Konon, anak yang sempat mendengar atau melihat jerangkong ini, akan menangis sepanjang malam. Mungkin juga, bukan hanya anak kecil, sampeyan saja yang penakut, pasti memilih tidak bertemu dengannya. Mending ketemu Dewi Persikk atau Brad Pitt, ya nbgak, ya nggak?

4. NDHAS GLUNDHUNG, NDHAS CUMPLUNG | Hantu berupa kepala manusia. Ia sangat suka menganggu dan mengejutkan orang dengan cara meng’gelundung’ secara tiba-tiba di depan banyak orang. Mungkin, ini termasuk hantub yang snob, exhibishionist dan narsis sejati. Konon, ia adalah kepala para orang-orang yang mati dengan cara disembelih. Ndhas Glundhung kononi banyak muncul di tempat-tempat bekas pembantaian pada jaman pengganyangan PKI (Partai Komunis Indonesia) 1965 dan setelahnya.

5. MEMEDI USUS | Berupa bentangan usus manusia, yang akan melilit kaki orang yang sedang melintas di jalan. Ia biasanya melintang di jalan untuk menunggu mangsa. Orang yang kebetulan terlilit oleh Memedi Usus, selain karena memang kakinya terlilit, terasa berat dan kesulitan utk berjalan atau berlari. Ya iyalah,…

6. POCONGAN | Berupa sosok yang berpakaian orang mati (berkain kafan alias pocong itu). Cara berjalannya meloncat-loncat, tak perlu ditegaskan kenapa, karena sampeyan sendiri kalau kakinya diikat apa bisa melangkah dengan normal? Beliaunya tinggal di kuburan seseorang, yang konon semasa hidupnya bergelimang dengan dosa; Misalnya rentenir, pemelihara thuyul atau perewangan. Dan ia tidak rela atas kematiannya. Ia sukanya menggantung di pohon, bersandar, atau rebahan di tepi jalan (kalau di tengah jalan, bisa jadi beliau jiper juga ketabrak sopir yang ngawur), mengejar orang yang ketakutan (karena kalau mengejar orang yang berani, bisa jadi dianya takut. Conain deh, jika berani). Perkembangan baru, pocongan juga makhluk yang suka nongol di film atau sinetron, utamanya made in Indonesia. Meskipun cara berjalannya meloncat, tapi bisa melampaui orang yang lari kencang.Jika Anda tak percaya soal ini, bisa diadakan lomba adu cepat antara atlet pelari kita dengan mereka.

7. OYOT NIMANG | Suatu akar gaib yang bisa menghilangkan ingatan atau kesadaran seseorang, yang tanpa sengaja menginjak atau melompatinya. Orang yang kena pengaruh Oyot Nimang berjalannya akan terus berputar-putar di tempat yang sama, tapi ia merasa berjalan ke tempat yang dituju. Kita, manusia ini, mungkin juga bisa mempraktikkannya, dengan cara minum minuman beralkohol tinggi, hingga kita teler berat bin mabuk

8. KUBURAN BAJANG | Tempat dipendamnya bayi hasil hubungan gelap, yang dikeluarkan secara paksa, karena umurnya belum saatnya untuk dilahirkan. Pada malam-malam tertentu, tempat tersebut mengeluarkan suara tangisan bayi yang memilukan,….

9. KEMAMANG | Sosok hantu berambut api. Ia senang tinggal di tepi sungai sambil cari ikan. Ikan yang didapat, sebelum dimakan, dimasaknya terlebih dahulu di atas rambutnya. Hm, benar-benar hantu yang modern, karena tak berurusan dengan listrik atau gas.

10. GERANDHONG | Hantu yang sangat ganas, bahkan bisa membinasakan. Ia berupa sosok yang sangat menakutkan. Wajah dan matanya merah, taringnya panjang, kulitnya abu-abu bersisik, rambutnya panjang dan kasar, rastamania man. Ia bersifat nomaden, tapi ketika ia tinggal di desa tertentu, bisa menggegerkan orang se-desa. Akhirnya tempat tersebut setiap malam akan terasa mencekam, karena tidak ada seorang pun yang berani keluar rumah.

11. WEWE GOMBEL | Hantu berwujud sosok wanita yang sangat tua, dengan pakaian compang-camping, dan (maaf) payudaranya menggelantung sampai menyentuh tanah. Dia suka mengganggu anak-anak balita dengan cara mengajaknya ke tempat-tempat yang sepi, kemudian anak tersebut di tinggal di tempat itu. Atau kalau dia lagi suka, diajaknya keliling-keliling sampai berhar-hari. Kalau sudah bosan ditinggalkan anak tersebut, entah di tengah sawah, di hutan, di atas pohon, dan sebagainya.

12. KEBLEG | Berupa kelelawar besar (wujudnya semacam kalong), sukanya mencuri beras di pedaringan (Jawa), yaitu tempat menyimpan beras. Tapi, beliau ini ternyata juga suka mencuri telur (bisa telur ayam atau bebek. Kalo telur kerbau katanya dia ogah). Konon, ia adalah peliharaan seseorang. Semacam tuyul, tapi beliau spesialisasinya beras dan telur. Wah, jangan-jangan ada organisasinya pula.

13. THUYUL | Hantu ini mungkin paling dikenal, secara ia pernah muncul dalam sinetron televisi kita, “Thuyul dan Mbak Yul”. Ia peliharaan seseorang, bertugas mencuri uang untuk disetorkan kepada pemeliharanya. Wujudnya berupa sosok anak balita, tapi tidak bisa dibedakan antara yang laki-laki dan perempuan. Lagian juga masih kecil, nanti ndak dikira Kak Seto melanggaran pelanggaran HAM anak-anak. Oh ya, thuyul ini sukanya bermain-main di tempat yang kotor dan becek.Mungkin takut kalau sakit kulit, atau bisa juga takut pada Bu dan Pak Dokter.

Tuyul & Memet | Tuyul adalah mahluk ghaib dari golongan jin yang memiliki kemampuan khusus, yaitu mencuri uang atau perhiasan. Anda berminta memilikinya, sebagai piaraan?

Spesies thuyul khusus yang ada di Desa Krucuk, Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), misalnya, memiliki keistimewaan tersebdiri. Tuyul ini sangat kecil ukurannya. Kira-kira tingginya 5 cm – 6 cm. Tuyul ini dapat dilihat oleh mata terbuka, dan dapat diajak bicara, tapi itu hanya dapat berlaku bagi majikannya.

Bagaimana Merawat Thuyul | Mudah sekal. Tuyul ini sangat canggih dan tidak merepotkan. Karena tuyul ini tidak membutuhkan kamar khusus atau mainan anak-anak, seperti kebanyakan diceritakan pada orang.

Katanya, thuyul suka netek pada Ibu-ibu (kayaknya, bukan hanya thuyul deh yang suka ginian). Tapi thuyul dari desa Trucuk ini, hanya butuh lima tetes darah manusia type/golongan O/AB. Anda tidak Usah takut atau repot, karena darah tipe O/AB, bisa dibeli di Rumah Sakit atau PMI (Palang Merah Indonesia). Lima tetes darah itu pun hanya diberikan jika si thuyul akan disuruh oleh majikan, untuk bertugas mencuri uang. Tuyul ini sangat setia kepada Majikannya. Harga satu thuyul, bisa mencapai Rp lima juta.

Memet | Tuyul pintar, sama seperti tuyul di atas, meski tetap terdapat sedikit perbedaannya. Memet misalnya memilki dua buah taring pada mulutnya. Selain itu, memet dapat berlari lebih cepat dari pada tuyul biasa. Karena itu, memet disebut thuyul pintar. Kenapa begitu? Karena kalau disebut Thuyul Bodoh mungkin beliau bakal ngambek atau mogok kerja.

Sumber: http://unik.supericsun.com/nama-nama-hantu-jawa
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons